pesanan-majalah-edisi-khusus
32 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Saturday, 12 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Ada Tuhan di Antara Anies dan Marbot Masjid

Tony Rosyid Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

M Khaerul Muttaqien by M Khaerul Muttaqien
13 November 2018
in Kolom
0
Ada Tuhan di Antara Anies dan Marbot Masjid

Marbot masjid. Secara sosial, itu posisi yang tak menggembirakan. Hanya sedikit orang yang berminat jalani profesi ini. Selain kerja melelahkan, gajinya tak seberapa. Malah kadang seadanya. Ada yang bergantung pendapatan dari kotak amal. Infaq masuk lumayan, marbot gajian. Tak ada infaq masuk, gajian ditunda. Ada yang kerja sebagai marbot diawali dengan terpaksa. Karena tak ada kerjaan lainnya. Tapi tak sedikit yang ingin mengabdi.

Secara religi, ini pekerjaan luar biasa. Memastikan masjid bersih, setelan sound system bagus, dan jamaah menjalankan shalat dengan nyaman, itu pekerjaan mulia. Bahkan super mulia. Kadang ada tugas tambahan: sandal dan sepatu jamaah harus aman.

Soal ikhlas, jangan ditanya. Para marbot tak suka pencitraan. Karena bagi mereka, memang tak ada perlunya. Mau bagi-bagi sepeda, untuk makan saja susah. Mau masuk ke selokan, memang itu pekerjaan hariannya. Pakai sandal jepit, karena hanya itu alas kaki yang mereka punya. Pakai kaos oblong, itu pakaian paling efektif untuk menyerap keringat. Gak mungkin mereka ngepel lantai dengan mengenakan pakaian model para pejuang 45 atau para pahlawan kemerdekaan. Gak ada pantes-pantesnya. Mana mungkin mereka bisa pencitraan? Itulah gambaran betapa ikhlasnya marbot masjid.

Biasanya, marbot masjid itu meninggalnya dalam suasana nyaman, dan gak nyusahin orang. Lagi shalat, meninggal. Lagi bersih-bersih masjid, dipanggil Tuhan. Indah sekali. Silakan perhatikan fakta-faktanya. Beda dengan umumnya pejabat, ada yang meninggal di penjara. Ada juga yang meninggal setelah ditetapkan jadi tersangka. Ada yang ditelan tsunami. Ngeri!

BACA JUGA

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

Nyali Kemandirian ala Pesantren

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

Ketika Rhoma Irama ‘Hadir’ di Gontor

Jadi marbot masjid di DKI sedikit lebih beruntung. Setidaknya dari nasib marbot-marbot di daerah lain. Tahun ini 267 marbot masjid (perwakilan dari setiap kelurahan) di DKI berkesempatan berangkat umrah. Tepatnya diberangkatkan. Alias gratis. Semua biaya ditanggung pemprov DKI.

Bagi marbot masjid, bisa umrah seperti kedatangan mukjizat. Mimpi saja, mungkin gak berani. Duit dari mana? Masih banyak marbot masjid yang gajinya tak menentu. Bergantung berapa infaq yang masuk ke kotak amal. Kecuali masjid-masjid besar seperti Pondok Indah, At-Tin atau Sunda Kelapa.

Ketika gubernur DKI Anies Baswedan nanya: siapa yang belum pernah naik pesawat? Mayoritas mereka angkat tangan. Mengaku tak pernah. Kalau lihat pesawat, mungkin semuanya pernah. Itupun di tv. Sekalinya mereka naik pesawat, sembilan jam. Langsung ke Mekkah. Bagi mereka, ini nasib istimewa. Bahkan sangat istimewa di sepanjang hidup mereka.

Kerja lelah mereka yang tanpa pamrih dan sepi pencitraan sudah sepantasnya diapresiasi. Mereka layak menikmati hadiah spesial ini. Apalagi yang diberangkatkan adalah para marbot masjid yang sudah bekerja minimal lima tahun. Pengabdian yang belum tentu kalah pahalanya jika dibandingkan dengan posisi ketua MUI dan imam besar Istiqlal. Juga imam negara. Ini soal amanah dan adu keikhlasan.

Apa yang dilakukan Anies Baswedan, Gubernur DKI dengan mengumrahkan marbot masjid sudah tepat. Ini tidak saja bagian dari perhatian, tapi juga keberpihakan. Berpihak kepada umat yang seringkali hanya dijadikan komoditas politik menjelang pemilu. Usai pemilu “dilepeh’. Disia-siakan, bahkan sebagian tokoh dan ulamanya dibiarkan terus menerus menghadapi perkusi dan kriminalisasi. Lah terus piye?

Kita bisa bayangkan jika selama lima tahun Anies Baswedan memimpin Jakarta, semua marbot masjid di seluruh DKI diumrahkan. Tentu, secara sosial akan menaikkan kehormatan mereka. Sementara, tak semua jamaah masjid di Jakarta pernah ke Mekkah. Ini tentu akan melahirkan rasa iri. Tapi iri yang positif. Kalau marbot masjid saja umrah, kenapa jamaah yang kaya dan punya banyak simpanan uang gak juga umrah. Gak malu? Malah ada yang milih untuk nambah bini daripada untuk umrah. Just kidding. Tapi, faktanya memang ada. Jumlahnya cukup banyak. Survei dari mana? Kayak pilpres saja nanya survei.

Banyak hikmah di balik program umrah marbot masjid. Pertama, bisa jadi syiar yang efektif. Memberi kesadaran orang-orang berduit agar terinspirasi untuk umrah. Kedua, memberi semangat kinerja marbot masjid. Umrah jadi stimulus untuk makin bersemangat mengabdi. Ketiga, menginspirasi Pemda di seluruh Indonesia untuk memberi perhatian pada para marbot masjid. Keempat, kesadaran perlu dan penting adanya marbot di setiap masjid agar masjid terurus, terutama kebersihannya. Tak semua masjid punya marbot. Sehingga banyak masjid yang masih sepi karena tak terurus. Dengan program umrah marbot masjid, juga akan jadi motivasi umat untuk bersedia dan tak malu menjadi marbot masjid. Karena ini pekerjaan mulia dan agung.

Program umrah marbot adalah program berkelanjutan. Sudah dimulai di masa gubernur sebelumnya. Hanya bedanya, program umrah di masa sebelumnya ramai dibicarakan publik. Setengah gaduh. Dan diprogramkan menjelang pilgub. Tahun 2015.

Di masa Anies, program umrah ini sepi berita. Tak heboh di media. Dan memang tak harus dihebohkan. Karena program umrah bukan untuk heboh-hebohan. Demikian juga tunjangan 2,5 juta untuk para hafidz al-Qur’an. Nyaris tak terdengar. Karena tak dibuat dekat pemilu. Dan memang, tak ada urusannya dengan pemilu. Begitulah seharusnya pemimpin itu bekerja. Sepi ing pamrih. Tak fokus pada Pencitraan.

Prinsip dalam kerja itu ada goal atau targetnya, jelas keberpihakannya, terukur manfaatnya, dan tak kalah penting adalah perencanaannya. Target itu tak diukur dengan jumlah elektabilitasnya. Tak pula dilihat dari jumlah media yang meliputnya. Bukan juga dari tingkat kehebohannya. Tapi lebih pada seberapa besar manfaat yang dirasakan oleh mereka yang jadi target program itu.

Program umrah ini biarlah jadi komitmen keumatan dan keberpihakan Anies untuk marbot masjid. Jauh dari niat pencitraan. Sebab, ada Tuhan di antara mereka. Karena itu, jangan dikaitkan dengan Pilpres dan pileg, apalagi Pilgub. Masih jauh bung…

Jakarta, 11/11/2018

Tags: AniesMarbotMasjid
Share24Tweet15Send
Previous Post

Hadiri Bedah Buku 60 Tahun Refleksi Man Jadda Wajada!

Next Post

Pembunuhan Khashoggi: ‘Katakan kepada Atasan Anda Misi Sudah Selesai’

M Khaerul Muttaqien

M Khaerul Muttaqien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

6 September 2026
Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

6 September 2026
60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

5 September 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

9 September 2026
YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

3 September 2026

Gontor Pelopor Penulisan Al-Qur’an

0
Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

0
Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

0
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

0
Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

0

Gontor Pelopor Penulisan Al-Qur’an

12 September 2026
Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

11 September 2026
Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

11 September 2026
Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

9 September 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

9 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
â–²
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result