Sana’a, Gontornews — Ibrahim Badreddin al-Houthi adik dari pemimpin Kelompok Houthi Yaman, Abdel-Malek al-Houthi tewas dalam serangan yang dilancarkan pasukan koalisi Saudi-UEA di ibukota, Sana’a.
Informasi soal tewasnya Ibrahim Badreddin al-Houthi di kediamannya diumumkan oleh Kementerian Dalam Negeri yang dikelola Houthi di ibukota, Sana’a, Jumat (9/8) melalui situs resmi kelompok Al Masirah.
“Tangan-tangan berbahaya yang berafiliasi dengan agresi AS-Israel dan alat-alatnya membunuh Ibrahim Badreddin al-Houthi,” katanya pernyataan kementerian itu.
Akan tetapi, Kelompok bersenjata itu tidak memberikan rincian tentang waktu pembunuhan Ibrahim Badreddin al-Houthi.
Kantor berita Reuters mengutip salah satu sumber keamanan yang mengatakan bahwa al-Houthi ditemukan tewas di sebuah rumah di Sanaa. Dikabarkan pula, pasukan tambahan telah dikerahkan di sekitar kota tersebut.
Konflik terbaru Yaman antara Kelompok Houthi dengan pasukan koalisi pecah pada akhir 2014. Saat itu Houthi, yang bersekutu dengan pasukan yang setia kepada mantan Presiden Ali Abdullah Saleh, menguasai sebagian besar negara, termasuk ibu kota Sanaa.
Kemudian, Perang meningkat pada Maret 2015, ketika koalisi yang dipimpin Arab Saudi-UEA meluncurkan serangan udara ganas terhadap kelompok tersebut dalam upaya untuk mengembalikan pemerintahan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi yang diakui secara internasional.
Sejak itu, puluhan ribu warga sipil dan kombatan telah terbunuh dan sebanyak 85.000 anak-anak kelaparan hingga meninggal. Saat itu, PBB menyebutnya sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia.[Devi Lusianawati]






















