Tunis, Gontornews — Perdana Menteri Tunisia, Youssef Chahed, mengajukan diri sebagai calon presiden baru Tunisia dalam pemilihan presiden yang akan dilangsungkan pada 15 September 2019 mendatang.
Youssef Chahed akan menghadapi persaingan sengit dengan Mantan Presiden Moncef Marzouki, Menteri Pertahanan, Abdelkarim Zbidi, Mantan Perdana Menteri Mehdi Jemaa, pengusaha media swasta TV Nessma, Nabil Karoui serta Wakil Presiden Tunisia, Abdel Fattah morou untuk memperebutkan kursi Presiden Tunisia menggantikan Presiden Beji Caid Essebsi yang baru saja meninggal dunia di usianya yang ke-92 tahun.
Sebagai informasi, Presiden Tunisia memiliki kewenangan untuk mengendalikan kebijakan luar negeri, pertahanan serta bekerjasama dengan Perdana Menteri untuk mengurus urusan dalam negeri.
Dalam orasinya, Youssef Chahed mengatakan bahwa seorang Presiden harus siap secara mental serta, dengan tegas, menentang pemikiran lama sembari mengembalikan dukungan serta harapan bagi para pemuda di Tunisia.
“Presiden harus memiliki tangan yang bersih. Tunsia membutuhkan seorang presiden yang dapat menetanng pola pikir orang lama serta mengembalikan harapan kepada kalangan kaum muda,” kata Chahed sebagaimana dilansir Reuters.
Dengan terselenggaranya pemiliu presiden 15 September 2019 mendatang merupakan pemilhan umum ketiga yang dilaksanakan Pemerintah Tunisia sejak mengalami bentrokan serupa pada 2011 yang lalu.
Meskipun transisi demokrasi di Tunisia semakin membaik, namun, transisi demokrasi tersebut tidak berdampak di sekto perekonomian. Angka pengangguran di Tunisa meningkat dari 12 persen menjadi 15 persen. Akibat lainnya, mereka mengalami pertumbuhan ekonomi yang lemah, nilai investasi yang murah, minimnya investasi dasar yang masuk serta inflasi tinggi. [Mohamad Deny Irawan]





















