Jakarta, Gontornews — Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Ahad (22/10/2023), berhasil menggerakkan puluhan ribu alumni, wali santri dan simpatisannya dalam acara tajammu’ dan jalan sehat 100 tahun Gontor di Monumen Nasional (Monas).
Tidak sedikit masyarakat yang mempertanyakan alasan Gontor menyelenggarakan jalan sehat bertepatan dengan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) tersebut. Faktanya, Ketua Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor cabang Jakarta, KH Masrur Syamhari, mengungkap alasan Gontor mengadakan jalan sehat tersebut.
“Kita ingin mengadakan kegiatan yang simpel karena, kalau yang dipilih adalah, bersepeda mungkn orang akan kesulitan harus mencari sepeda,” kata Kiai Masrur saat mengikuti konferensi pers tajammu’ dan jalan sehat 100 tahun Gontor di RM Jambo Kupi, Kemang, Jakarta Selatan, Jumat 20 Oktober 2023.
“Tetapi, yang melekat di setiap orang adalah kaki. Setiap orang mempunyai kaki. Setiap alumni Gontor punya kaki dan itulah yang kita manfaatkan,” sambungnya.
Pimpinan Pondok Pesantren Bina Madani Ciawi Bogor tersebut juga menjelaskan bahwa kegiatan semisal jalan sehat 100 tahun Gontor ini merupakan kegiatan rutin santri PMDG. Dalam catatannya, kegiatan lari pagi atau jaryussobah rutin dilaksanakan setiap Selasa pagi dan Jumat pagi.
“Dulu ketika kita di Gontor, istilahnya jaryussobah, rutin dilaksanakan setiap Jumat pagi dan Selasa pagi. Kalau Jumat pagi (lari pagi)-nya agak jauh, kalau Selasa agak sedikit ringan. Dan semua (santri) mengikuti semua kegiatan tersebut,” kenang Kiai Masrur.
Kiai Masrur pun mengaku bahwa Pondok Modern Darussalam Gontor selalu mendidik santrinya dengan hal-hal sederhana namun memiliki arti dan makna yang besar dalam kehidupan. “Sebetulnya, kita (santri Gontor) memang dididik dengan hal-hal simpel namun dengan arti yang besar,” ucapnya.
“Kami berharap, kegiatan ini bisa diikuti semua orang, wali santri hingga masyarakat umum. Dan tentu saja, para peserta bisa menggunakan ‘kendaraan pribadi’ nya masing-masing, yang dalam hal ini, adalah kaki-kaki mereka,” tutupnya.
Ketua Pelaksana Tajammu’ dan Jalan Sehat 100 Tahun Gontor, Zakiyanto Arief, mengungkap bahwa ada setidaknya 65.000 peserta yang hadir baik dari dalam maupun luar Jabodetabek, luar Pulau Jawa hingga luar negeri.
“Kurang lebih 65.000 orang. Cakupannya dari seluruh Indonesia. Ada yang dari Palembang, ada yang dari Samarinda. Malaysia pun ada. Itu terlaksana karena Ibu memanggil,” ungkap Zakiyanto yang menganalogikan panggilan pesantren Gontor bagi para santri bak panggilan ibu oleh anaknya. [Mohamad Deny Irawan]





















