Aljir, Gontornews — Pemerintah Aljazair, Selasa (24/8/2021), memutuskan hubungan diplomatik dengan Maroko. Menteri Luar Negeri Aljazair, Ramdane Lamamra, menuduh Maroko melakukan tindakan bermusuhan.
Kedua negara memang memiliki hubungan yang tegang dalam beberapa dekade terakhir terutama terkait dengan masalah wilayah Sahara Barat.
“Aljazair telah memutuskan untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Kerajaan Maroko mulai hari ini,” kata Lamamra dalam konferensi pers yang dilansir Aljazeera.
“Kerajaan Maroko tidak pernah menghentikan tindakan permusuhannya terhadal Aljazair,” sambungnya.
Secara efektif, pemutusan hubungan diplomatik ini berlaku secara efektif mulai Selasa (24/8/2021). Namun, perwakilan konsulat negara masing-masing akan tetap beroperasi di masing-masing negara.
Meski demikian, Raja Maroko, Raja Mohammed VI menyerukan peningkatan hubungan dengan Aljazair.
Pekan lalu, Aljazair menduga kelompok teroris dan Maroko sebagai dalang di balik kebakaran hutan yang sangat mematikan di Berber, Kabylie. Kebakaran hutan tersebut terjadi pada 9 Agustus di tengah gelombang panas yang menyerang Aljazair. Kebakaran tersebut menyebabkan 90 orang warga tewas dengan 30 orang diantaranya berprofesi sebagai tentara serta membakar puluhan ribu hektar hutan di Aljazair.
Otoritas pemerintah Aljazair menuduh kelompok Movement fot Self-determination of Kabylie (MAK) sebagai pihak yang bertanggungjawab atas kebakaran hutan mematikan itu. Tidak hanya itu, Pekan lalu, Aljazair juga menuduh Rabat mendukung MAK.
“Tindakan permusuhan yang terus menerus oleh Maroko terhadap Aljazair telah membuat kami melakukan peninjauan kembali hubungan antara kedua negara,” jelas pernyataan kepresidenan Aljazair pekan lalu.
Sebagai informasi, kedua negara telah menutup wilayah perbatasan Aljazair dan Maroko sejak 1994. Aljazair mendukung gerakan Polisario dari Sahara Barat. Maroko sendiri mengklaim Sahara Barat sebagai wilayanya. [Mohamad Deny Irawan]





















