Paris, Gontornews — Bertempat di Gedung UNESCO Paris, Prancis, pencak silat Indonesia menunjukkan kelihaiannya di depan 1300 penonton dari 180 negara.
Dalam pertunjukan dan promosi Budaya Pencak Silat Indonesia yang terdiri dari 29 orang dari kelompok MASPI dan 5 orang dari Perguruan Tapak Suci Putera Muhammadiyah, tiga di antaranya adalah alumni Pondok Modern Gontor.
“Ada lima orang dari kelompok Tapak Suci, tiga di antaranya alumni Gontor dan dua lainnya dari pesantren alumni Gontor yaitu Muhammad Rezha Akbar dan Candra Kusuma, ketua UKM Tapak Suci UMJ,” ungkap Azzimam Aulia Arrahman, penanggung jawab pertunjukan dan promosi budaya Pencak Silat Indonesia di UNESCO.
Azzimam yang juga alumni Gontor itu menceritakan, ia diutus oleh Direktur Warsian dan Diplomasi Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia untuk mencari pesilat lainnya. “Beliau memilih kami karena kami Pesilat Tapak Suci, dan pesilat alumni Gontor bukan hanya bisa silat tapi juga bisa shalat,” paparnya.
Atas permintaan itu Azzimam kemudian mengajak guru-guru silatnya kala ia nyantri di Gontor. “Lalu saya ajaklah Ust Harun Zein dan Ust Sopian Drizal. Saya dan Ust Sopian Drizal sempat menjadi delegasi pelatih silat dari Kemdikbud ke Tunisia selama 2 bulan dan pernah aktif menjadi Dewan Pelatih sekaligus Dewan Penasihat Pencak Silat Indonesia di Mesir lebih kurang 4,5 tahun,” tutur alumni al-Azhar Kairo, Mesir itu.
Ia mengatakan, pihak Kemdikbud sangat mendukung jika para pesilat bergerak bersama-sama ke berbagai belahan dunia hingga UNESCO untuk memperkenalkan pencak silat Indonesia melalui perguruan Tapak Suci Putera Muhammadiyah atau di Gontor biasa disebut PERBEDA.
“Harapan kami, UNESCO mencatat dan mengakui bahwa Pencak Silat Indonesia adalah warisan budaya tak benda resmi milik Indonesia bukan milik negara lainnya,” harapnya. [Muhammad Khaerul Muttaqien/Rus]





















