Jakarta, Gontornews — Kabar gembira datang untuk alumni Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Angkatan tahun 2008. Setelah satu dekade menjadi alumni Kulliyyatul Muallimin Al Islamiyyah (KMI) PMDG, para alumni 2008 ini akan dipertemukan kembali dalam acara reuni akbar di PMDG Kampus 1.
Panitia Acara Reuni Akbar Youth Generation 2008 Ustadz Iqbal Vikry mengatakan reuni ini dilaksanakan untuk mempererat tali silaturahmi alumni khususnya bagi angkatan 2008 sekaligus pelaksanaan amanat pimpinan pondok. “Kita berpisah sejenak untuk berjuang mengabdi di tempat masing-masing. Insya Allah 3-5 Agustus mendatang kita silaturahim setelah 10 tahun jadi alumni,”ungkapnya kepada Gontornews.
Setelah sepuluh tahun, kata Iqbal, ratusan alumni Gontor angkatan tahun 2008 ini telah tersebar di masyarakat dengan kiprahnya masing-masing. Ada yang aktif di dunia jurnalistik, pendidikan, pengusaha, wiraswasta, politikus, pemerintahan, sutradara, seniman, da’i mubaligh dan bahkan ada yang mengabdikan diri dengan menekuni profesi di dunia militer.
Jadi apapun itu, imbuh Iqbal, ingatlah kita berasal dari satu Ibu bernama Darussalam. Kita pernah berkumpul bersama, belajar bersama, sholat jama’ah bersama, tajammuk bersama, bahkan gholat bersama dan segala kenangan yang kita lalui bersama. Sudah berapa tahun kita tidak mengunjungi Ibu kita Darussalam.
“Ayo kita bersama menggembirakan guru-guru kita dengan datang pada acara ini. Ayo kita bareng-bareng melepas kangen kita setelah sepuluh tahun, dalam acara Reuni Satu Dekade Alumni 2008 Forza Youth Generation. Kepada seluruh keluarga besar 682 Forza Youth Generation di manapun berada saatnya kita bersua kembali. Ijtima’ kum,”ajaknya.
Dalam reuni akbar nanti, jelas Iqbal, ada beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan. “Kita akan ngopi bareng lagi, tajammuk maan, tarayyadl maan, keliling pondok, mengunjungi guru-guru kita dan banyak yang bisa kita lakukan nanti. Jika Anda alumni Ponpes Modern Darussalam Gontor Angkatan 2008 dan ingin mengikuti reuni akbar silahkan hubungi M. Iqbal Vicry (085335916282),” pungkasnya. [Muhammad Khaerul Muttaqien]






















