Belgia, Gontornews — Amnesty International telah menyerukan penyelidikan independen untuk mengidentifikasi pelaku kejahatan perang yang diduga dilakukan oleh pasukan Azerbaijan dan Armenia selama pertempuran baru-baru ini di Nagorno-Karabakh.
Euronews.com melansir, LSM tersebut mengatakan telah memverifikasi dan menganalisis lebih dari dua puluh video yang menunjukkan “eksekusi di luar hukum, penganiayaan tawanan perang dan tawanan lainnya, dan penodaan mayat tentara musuh”.
Cedera yang terlihat dalam video, juga telah dikonfirmasi secara independen oleh seorang ahli medis, menurut Amnesty.
Banyak dari rekaman itu telah dibagikan dalam tiga pekan terakhir oleh akun dan grup pribadi di platform Telegram.
“Para pelaku – serta setiap komandan yang memerintahkan, mengizinkan atau memaafkan kejahatan ini – harus dibawa ke pengadilan,” kata Denis Krivocheev dari Amnesty International dalam sebuah pernyataan.
Krivocheev menambahkan bahwa LSM itu menyerukan penyelidikan independen dan tidak memihak oleh otoritas Azerbaijan dan Armenia.
“Kebobrokan dan kurangnya kemanusiaan yang terekam dalam video-video ini menunjukkan niat yang disengaja untuk menyebabkan kerugian dan penghinaan pada para korban,” tambah Krivosheev, direktur Riset LSM untuk Eropa Timur dan Asia Tengah.
Secara total, LSM tersebut mengatakan telah mengautentikasi dua belas video yang menunjukkan pelanggaran yang dilakukan oleh pasukan Armenia dan sepuluh oleh tentara Azerbaijan.
Tindakan kekerasan terhadap orang yang ditahan, termasuk tawanan perang, dilarang menurut hukum humaniter internasional.
Perang sengit antara tentara Azeri dan separatis Armenia yang didukung oleh Yerevan pecah pada akhir September.
Armenia dan Azerbaijan juga saling menuduh melakukan pengeboman wilayah sipil atau menggunakan senjata terlarang termasuk bom cluster dan fosfor selama pertempuran.
Bentrokan yang berlangsung enam pekan itu mengakibatkan lebih dari 5.000 korban tewas dan diakhiri dengan penandatanganan kesepakatan rencana perdamaian pada 9 November. []




















