Madrid, Gontornews — Kementerian Kesehatan Spanyol mengonfirmasi penurunan angka kematian akibat COVID-19, Rabu (15/6). Dibandingkan hari sebelumnya, angka kematian di Spanyol pada Rabu (15/6) tercatat 523 kasus atau turun 44 kasus di hari sebelumnya.
Spanyol telah mengonfirmasi 18.579 kematian akibat COVID-19 dan menjadi salah satu negara terdampak COVID-19 terparah di dunia. Hanya Amerika Serikat dan Italia yang mencatatkan angka kematian lebih tinggi ketimbang Spanyol.
Sementara kasus infeksi, Pemeirntah mengonfirmasi 177.633 kasus baru atau meningkat sehari sebelumnnya yang mencapai 172.541 kasus.
Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, mengatakan pihaknya telah berupaya untuk meningkatkan jumlah pengujian COVID-19. Upaya ini dilakukan untuk mendapatkan pegangan yang lebih ketat dalam membangun strategi serta menemukan peta penyebaran virus di Spanyol.
“Sekelompok lembaga berupaya meningkatkan jumlah tes. Jumlah tes yang dilakukan di Spanyol terus meningkat,” kata Pedro Sanchez sebagaimana dilansir Reuters.
“Spanyol menjadi salah satu negara yang melakukan tes harian. Lebih dari 20.000 pengujian dan kami akan terus meningkatkan jumlahnya,” tambahnya.
Pemerintah pun mulai melonggarkan aturan pembatasan mulai pekan ini. Pemerintah mulai mengizinkan sejumlah perusahaan untuk kembali beroperasi.
Para pejabat mengatakan penguncian wilayah yang dilakukan sejak pertengahan Maret akan dilonggarkan. Dengan syarat proses pengujian diperluas sehingga pasien pemilik gejala ringan ataupun tanpa gejala dapat segera ditemukan.
Selain itu, Pemerintah Spanyol juga melakukan tes antibodi masal yang ditujukan kepada 60.000 orang yang dipilih secara acak dalam tiga minggu mendatang. Langkah ini dilakukan untuk mengembangkan kekebalan tubuh terhadap penularan COVID-19. [Mohamad Deny Irawan]





















