Nashville, Gontornews – Sejumlah peneliti merilis antibodi yang mampu menetralkan pengaruh virus zika pada tubuh manusia. Dalam prosesnya, peneliti mengisolasi antibodi monoklonal yang terdapat pada manusia untuk diujicoba kepada tikus. Hasilnya, antibodi tersebut berhasil mengurangi dampak virus zika pada tikus.
Sebagaimana dilansir Scitechdaily dari Jurnal Nature, Antibodi yang diberi nama ZIKV-117 itu diketahui mampu melindungi janin pada tikus hamil yang terinfeksi virus Zika. Dalam kasus yang menjangkiti primata sekalipun, keberhasilan membentengi janin dari virus zika dengan antibodi tersebut dijamin oleh para peneliti.
“Proses isolasi antibodi manusia yang merupakan intervensi medis dalam upaya mencegah infeksi zika dan kerusakan janin terjadi secara alamiah,” kata James Crowe, direktur Vanderbilt Vaksin Center, Universitas Vanderbilt, Nashville, Tenessee, Amerika Serikat.
“Kami sangat gembira karena data yang kami peroleh menunjukkan bahwa perawatan dengan antibodi bagi wanita hamil dapat dikembangkan,” lanjutnya.
Senada dengan Crowe, Michael S Diamond dari Universitas Washington menyebut ZIKV-117 memiliki potensi yang besar dalam menanggulangi virus penyebab mikrosepali pada bayi yang baru lahir itu.
“(Antibodi) ZIKV-117 memiliki potensi yang luar biasa dalam menghambat zika secara luas,” jelas Diamond yang juga menjabat sebagai Direktur The Andrew M dan Jane M Bursky Human Immunology & Immunoterapi Program di Universitas Washington.
Zika merupakan virus yang memberikan ancaman kesehatan masyarakat secara global. puluhan ribu ibu hamil di Brazil dikabarkan terjangkit virus ini. Zika telah dikaitkan dengan dengan sindrom Guillain-Barre, semacam gangguan neurologis penyebab kelumpuhan dan kematian.
Sejak wabah zika dilaporkan di Brazil tahun lalu, infeksi virus yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aeygepti tersebut telah menyebar ke beberapa negara di penjuru dunia seperti Afrika, Asia pasifik, Amerika termasuk Miami-Dade County, Florida.
Selama 15 tahun terakhir, Crowe dan rekan-rekannya tengah mengembangkan metode-metode untuk mengisolasi monoklonal manusia dalam menetralisir beberapa virus seperti E-bola atau HIV.
Laboratorium Crowe dan Diamond akan berkolaborasi dengan beberapa proyek termasuk generasi pelindung antibodi monoklonal manusia terhadap demam berdarah, Chikungunya dan sekarang virus zika.
Antibodi monoklonal yang dihasilkan oleh peneliti berasal dari klon tunggal B, sejenis sel darah putih, yang menyatu ke sel myeloma (Kanker) yang membentuk sel Hibdridoma. Dengan banyaknya ketersediaan jumlah sel tersebut, para peneliti sangat mungkin untuk dikembangkan dan diperbanyak jumlahnya untuk digunakan sebagai penangkal virus.
Dalam prosesnya, para peneliti mengisolasi darah orang yang terinfeksi virus zika di berbagai belahan dunia. Antibodi itu beraksi terhadap protein “E” pada permukaan virus.
Para peneliti kemudian menghasilkan berbagai antibodi monoklonal. Dalam penelitian tentang kulutr sel, mereka mengidentifikasi ZIKV-117 untuk kemudian dipergunakan untuk menetralkan virus. Pada tikus yang terinfeksi zika, suntikan antibodi tersebut kepada tikus dapat mengobati penyakti dan mengurangi dampak kematian serta mengurangi penularan dari ibu ke janin. [Mohamad Deny Irawan]



















