Kuala Lumpur, Gontornews — Politisi senior Malaysia, Anwar Ibrahim, memastikan bahwa Najib Razak adalah orang yang akan bertanggung jawab dalam skandal keuangan 1Malaysia Development Berhad (1MDB).
Menurut Anwar, skandal 1MDB adalah skandal terburuk yang pernah terjadi di dunia.
“Itu adalah salah satu kandal keuangan terburuk yang melibatkan pemerintah. Oleh karena itu, penting untuk membuat keputusan terhadap kasus tersebut,” kata Anwar saat diwawancarai eksklusif oleh Aljazeera English.
“Tetapi, pemerintah baru ini telah memastikan bahwa mereka akan melakukan investigasi (terhadap kasus 1MDB) secara profesional. Pengadilan harus independen dalam memutuskan perkara ini,” tambah Anwar sebagaimana dilansir The New Strait Times.
Anwar, yang pertama kali mengungkapkan skandal 1MDB pada tahun 2011 silam, menjelaskan bahwa Najib Razak merupakan pihak yang mesti bertanggung jawab terhadap skandal ini.
Sebagaimana dilaporkan oleh Departemen of Justice (DoJ), skandal 1MDB diduga merugikan negara sebesar 4,5 miliar dolar AS atau sekitar 66,8 triliun rupiah (kurs 1 dolar AS = Rp 14.862).
“Ya (Najib harus bertanggung jawab),” jawabnya saat ditanya tentang keterlibatan Najib Razak dalam skandal 1MDB.
“Pertama kali saya mengangkat masalah ini di parlemen adalah pada tahun 2011. Dan selama bertahun-tahun, saya mempertahankan argumen saya bahkan sampai saya ditangkap dan dipenjara lagi pada tahun 2015,” tambah Anwar.
Lebih lanjut, Anwar adalah orang yang paling bertanggungjawab memberikan perintah untuk ‘membagikan’ dana dari skandal 1MDB kepada pihak-pihak terkait.
“Najib memimpin banyak pertemuan (1MDB). Ia dengan jelas menginstruksikan pihak berwenang untuk membagikan dana,” jelas Anwar.
Pada Kamis (20/9) sore, Pengadilan Malaysia memeriksa keterlibatan Najib Razak selama 4 jam. Dalam pemeriksaan tersebut, Najib didakwa telah melakukan 25 kali kejahatan pencucian uang serta penyalahgunaan kekeuasaan terhadap dana 1MDB sebesar 2,28 Miliar Ringgit Malaysia atau sekitar 8,19 Triliun Rupiah (kurs 1 Ringgit Malaysia = Rp 3.595,76,-).
Meski demikian, Najib bersikeras bahwa dirinya tidak bersalah dalam skandal 1MDB. Najib pun memastikan bahwa persidangan yang dijalaninya dianggap sebagai sebuah kesempatan untuk membersihkan namanya. [Mohamad Deny Irawan]



















