Jeddah, Gontornews — Jumlah jamaah haji tahun ini dibatasi cuma 1.000 orang untuk melindungi kesehatan masyarakat setelah pandemi coronavirus, menurut pihak berwenang Arab Saudi.
Menteri Kesehatan Arab Saudi, Dr Tawfiq Al-Rabiah, mengatakan pada konferensi pers pada hari Selasa bahwa isolasi wajib sebelum dan sesudah ziarah juga akan diberlakukan.
Dia mengatakan Arab Saudi mampu memastikan keselamatan peziarah tahun ini.
“Kementerian Kesehatan telah berpengalaman dalam pelayanan para peziarah, dan dengan demikian memiliki kapasitas untuk menjaga kesehatan mereka,” katanya dikutip Arabnews.com.
Dia menambahkan bahwa rumah sakit terpadu di tempat-tempat suci akan disediakan, bersama dengan pusat kesehatan di Arafah jika terjadi keadaan darurat selama haji.
Kader medis juga akan menemani peziarah di sepanjang perjalanan mereka.
Al-Rabiah mengatakan, sangat penting membatasi jumlah peziarah tahun ini.
“Hanya orang-orang yang berada di Kerajaan, yang berusia di bawah 65 tahun dan yang tidak memiliki penyakit kronis akan diizinkan untuk melakukan haji tahun ini. Mereka akan dites (kesehatannya) sebelum tiba di tempat-tempat suci dan akan mengalami isolasi diri setelah melakukan haji,” katanya.
Dia menambahkan bahwa mereka yang melayani jamaah selama haji juga akan dites.
Sementara itu, banyak negara Asia Timur memutuskan untuk membatalkan ibadah haji tahun ini sebelum Saudi memutuskan untuk membatasi jumlah peziarah.
Menteri Haji dan Umrah Saudi Mohammed Saleh Bentin mengatakan, “Kami menghargai keputusan ini karena bertujuan untuk melindungi orang-orang di atas segalanya, yang juga merupakan prioritas Kerajaan sejak awal pandemi. Kami sudah membatalkan umrah dan sekarang telah memutuskan untuk membatasi jumlah jamaah haji hanya untuk orang-orang yang sudah tinggal di Arab Saudi.”
Ia menambahkan bahwa keputusan untuk membatasi jumlah menjadi 1.000 diambil berdasarkan prinsip Kerajaan dan pengalaman masa lalu dalam mengelola haji. Tujuan utamanya menjaga kesehatan dan keselamatan para peziarah mengingat pandemi coronavirus.
“Ini adalah proses yang sulit dan kami bekerja dengan para ahli di kementerian kesehatan, kementerian dalam negeri dan pihak berwenang lainnya untuk memastikan haji yang aman,” kata Bentin.
Dia menambahkan bahwa kementerian haji akan bekerjasama dengan misi diplomatik di Kerajaan untuk menentukan jumlah penduduk non-Saudi yang memenuhi syarat. []




















