Jeddah, Gontornews — Pemerintah Arab Saudi mengizinkan pembukaan kembali penerbangan internasional menuju 20 destinasi di Timur Tengah, Asia dan Eropa, Kamis (15/10). Pemerintah mengambil keputusan ini setelah tujuh bulan maskapai penerbangan tidak mengudara akibat pandemi Covid-19.
Kedua puluh destinasi yang dimaksud, sebagaimana dilansir Arab News, yaitu: Amman, Dubai, Tunis, Kairo, Alexandria, Khartoum, Nairobi, Addis Ababa, Amsterdam, Frankfurt, Istanbul, London, Madrid, Paris, Washington, Islamabad, Jakarta, Karachi, Kuala Lumpur dan Manila.
Sebelumnya, Arab Saudi memutuskan untuk mencabut sebagian penangguhan penerbangan internasional mulai 15 September. Pemerintah juga menargetkan seluruh pembatasan pada transportasi udara dan laut berakhir pada 1 Januari 2021 mendatang.
Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menjelaskan bahwa, secara bertahap, pemerintah akan mencabut pelarangan penerbangan internasional. Sebelum pandemi, maskapai Saudi Airlines melakukan penerbangan ke lebih 85 destinasi tujuan di seluruh dunia.
Direktorat Jenderal Paspor (GDP) meminta warga Saudi dan ekspatriat yang bepergian dari Saudi agar mematuhi aturan kesehatan serta berkomitmen terhadap arahan dan aturan yang ada. Secara khusus, GDP menyebut ada sejumlah destinasi tujuan yang membutuhkan prosedur pencegahan Covid-19 lebih.
Walau demikian, GDP tetap berkomitmen tidak akan membatalkan perjalanan seseorang atau mengembalikan ke negara asal saat kedatangan. Mereka hanya meminta pelancong agar terus memperbarui persyaratan dan prosedur tanpa perlu mendapatkan pemberitahuan lebih lanjut.
Bagi warga yang hendak bepergian ke negara Teluk, pemerintah mengharuskan pembuatan paspor serta tidak menerima kartu identitas nasional. Sebelum bepergian, warga negara yang hendak bepergian agar memiliki paspor berusia tidak kurang dari tiga bulan ke negara Arab dan tidak kurang dari enam bulan ke negara lain. [Mohamad Deny Irawan]






















