Dubai, Gontornews — Arab Saudi menolak rencana Israel merampas rumah-rumah warga Palestina di Yerusalem dan memaksakan kedaulatan Israel atas mereka, kata Kementerian Luar Negeri Saudi dalam sebuah pernyataan dirilis Arabnews.com.
Kementerian Saudi itu mengecam Israel atas tindakan sepihak dan pelanggaran terhadap hukum internasional.
Kementerian juga mengecam segala sesuatu yang dapat merusak peluang untuk melanjutkan proses perdamaian demi mencapai keamanan dan stabilitas di kawasan.
Kementerian mengulangi seruannya mendukung semua upaya yang bertujuan untuk mencapai solusi yang adil dan komprehensif untuk masalah Palestina.
Saudi juga telah menunjukkan dukungannya kepada Palestina untuk mendirikan negara merdeka di perbatasan tahun 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya, sesuai dengan keputusan legitimasi internasional dan Prakarsa Perdamaian Arab.
Pernyataan Saudi ini menyusul bentrokan sengit antara warga Palestina dan polisi Israel di kompleks Masjid al-Aqsha dan di tempat lain di Yerusalem, yang menyebabkan lebih dari 200 warga Palestina terluka, kata petugas medis Sabtu (8/5).
Uni Emirat Arab (UEA) juga mengutuk penyerbuan Masjid al-Aqsha oleh otoritas Israel, dan menekankan perlunya Israel memikul tanggung jawab sesuai dengan hukum internasional.[]






















