Jeddah, Gontornews — Arab Saudi pada hari Rabu (15/12) mengumumkan lagi pengecualian untuk pasangan warga negara non-Saudi yang memasuki Kerajaan.
Arabnews.com mengutip sumber resmi di Kementerian Dalam Negeri Saudi menyebutkan bahwa setelah menindaklanjuti kondisi epidemiologi penyakit coronavirus (COVID-19) dan rekomendasi dari departemen kesehatan terkait di Kerajaan Saudi, diputuskan untuk mengecualikan suami atau istri warga negara tersebut, anak-anak dan orang tua non-Saudi, serta PRT yang mendampingi keluarga dari luar Kerajaan dari kewajiban melakukan tes PCR sebelum datang ke Kerajaan.
Sumber itu menambahkan bahwa semua prosedur dan tindakan pencegahan tunduk pada evaluasi berkelanjutan oleh departemen kesehatan khusus di Arab Saudi tergantung pada perkembangan global dalam kondisi epidemiologis.
Arab Saudi mengonfirmasi 88 kasus baru COVID-19 pada hari Rabu, meningkatkan jumlah total infeksi yang tercatat sejak awal pandemi menjadi 550.457.
Saudi juga mengonfirmasi satu kematian terkait COVID-19, meningkatkan jumlah total kematian menjadi 8.857.
Kementerian Kesehatan menyebutkan, dari kasus saat ini, 34 masih dalam kondisi kritis.
Ia menambahkan bahwa 76 pasien telah pulih dari COVID-19, sehingga jumlah total pemulihan di Kerajaan Saudi menjadi 539.712.
Lebih dari 48,2 juta dosis vaksin COVID-19 telah diberikan sejak kampanye imunisasi dimulai, dengan lebih dari 22,9 juta orang telah divaksinasi penuh.
Kementerian, yang memiliki 587 pusat di seluruh Kerajaan Saudi yang menyediakan suntikan vaksin, telah mendesak orang-orang yang belum menerima vaksin untuk mendapatkannya.
Kementerian juga menyeru kepada masyarakat untuk mematuhi tindakan pencegahan dan mendaftar ke aplikasi Sehhaty untuk menerima vaksin.
Sementara itu, pusat pengujian dan pusat perawatan yang didirikan di seluruh negeri telah membantu jutaan orang sejak wabah pandemi.[]























