Mekkah, Gontornews — Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi telah mengonfirmasi kesiapan menerima jamaah haji tahun ini.
Abdulfattah Mashat, wakil menteri haji dan umrah, mengatakan pihaknya akan segera menyelesaikan semua persyaratan untuk menerima jamaah haji tepat waktu.
“Kementerian Haji dan Umrah telah lama menyusun rencana strategis dan operasional terkait kegiatan haji bekerjasama dengan lebih dari 30 entitas, dari berbagai sektor swasta, pemerintah dan keamanan,” ujarnya dikutip Arabnews.com.
Dalam sebuah wawancara yang disiarkan di Radio Riyadh, Mashat mengatakan bahwa tempat tinggal para peziarah di tempat-tempat suci sudah siap, begitu juga titik-titik berkumpul di sekitar Mekkah. Ia menekankan bahwa ada rencana terpadu untuk membuat musim haji tahun ini aman dan terjamin.
Tenda jamaah di Arafah, serta fasilitas di Mina dan daerah lain yang akan digunakan para jamaah di Muzdalifah, semuanya telah diperiksa.
Dia menunjukkan bahwa pemerintah Saudi telah menciptakan jaringan transportasi terintegrasi yang menghubungkan semua tempat terkait ibadah haji.
Kementerian telah lama mengembangkan rencana strategis dan operasional terkait kegiatan haji bekerjasama dengan lebih dari 30 entitas.
Mashat mengatakan jamaah haji musim ini belum pernah menunaikan ibadah haji sebelumnya. “Pada bulan Juni, Kementerian Haji dan Umrah mulai menerima aplikasi. Kami menerima, dalam 10 hari, lebih dari 500.000 aplikasi, sementara jumlah target hanya 60.000.
“Permohonan disortir menurut mekanisme tertentu seperti kesiapan fisik jamaah, dan mempertimbangkan apakah mereka sudah melakukan haji. Data juga diurutkan berdasarkan kelompok usia, dengan prioritas diberikan kepada mereka yang berusia di atas 50 tahun dari semua negara yang tinggal di Kerajaan.”
Para peziarah didistribusikan di 190 perusahaan yang menawarkan tiga paket. Mashat mengatakan jamaah haji yang terpilih akan mulai berdatangan pada 17 dan 18 Juli, dan bus yang biasanya menampung 50 jamaah haji tahun ini hanya akan menampung 20 orang. []























