Riyadh, Gontornews — Pemerintah Arab Saudi menghentikan sementara perjalanan dari dan menuju sejumlah negara di Eropa, Asia dan Afrika akibat virus korona. Pemerintah Arab Saudi mengonfirmasi 45 kasus virus korona di wilayahnya.
Kementerian Kesehatan mengatakan sejumlah kasus COVID-19 di wilayahnya terjadi setelah mereka bepergian ke sejumlah negara. Yang terbaru, seorang pria dan wanita terpaksa dikarantina akibat positif virus COVID-19 sepulangnya dari Irak. Sementara anak perempuan berusia 12 tahun asal Al-Qatif terpaksa dikarantina setelah diduga tertular virus korona di Iran.
Sementara itu, 21 kasus lainnya melibatkan warga Mesir melakukan kontak dengan pengunjung asal negara mereka sebelum dinyatakan positif korona.
Dalam keterangan pers yang dilansir Arab News, Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengatakan bahwa warga negara Arab Saudi dan ekspatriat diwajibkan untuk kembali ke Arab Saudi dalam periode 72 jam ke depan. Jika tidak, maka penangguhkan perjalanan akan diberlakukan hingga waktu yang tidak ditentukan.
Berikut negara-negara yang ditangguhkan perjalannya dari dan menuju Arab Saudi:
MENA: Bahrain, Mesir, Irak, Kuwait, Lebanon, Oman, Syiria, Turki dan Uni Emirat Arab
ASIA: Cina, India, Pakistan, Filipina, Korea Selatan dan Sri Lanka
AFRIKA: Djibouti, Eritrea, Ethiopia, Kenya, Somalia, Sudan Utara, Sudan
EROPA: Austria, Belgia, Bulgaria, Kroasia, Siprus, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, Hungaria, Irlandia, Italia, Latvia, Lithuania, Luxembourg, Malta, Belanda, Polandia, Romania, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, Swis. [Mohamad Deny Irawan]





















