Tangerang, Gontornews — Pelantikan Dewan Pengurus Azhariyat Indonesia Masa Khidmat 2025–2030 dan Tarhib Ramadan 1447H sukses digelar di Masjid Fathullah Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Acara yang terlaksana pada Ahad, 27 Sya’ban 1447, bertepatan dengan 15 Februari 2026 Masehi ini menjadi tonggak awal perjalanan Azhariyat Indonesia sebagai organisasi perempuan alumni Al-Azhar yang berkomitmen membangun peradaban melalui ilmu, dakwah, dan pengabdian.
Sejak awal, suasana acara berlangsung penuh ukhuwah dan khidmat. Para hadirin, yang terdiri dari ulama perempuan, akademisi, pengurus, dan tamu undangan, merasakan nuansa kehangatan, dan kesungguhan. Momentum ini menjadi langkah awal mewujudkan visi Azhariyat Indonesia sebagai think tank dakwah dan wadah ulama perempuan yang berpengaruh di tingkat nasional maupun internasional.
Dari Masjid Fathullah—sebagai salah satu masjid kampus Islam terbesar di Indonesia— tonggak amanah Azhariyat Indonesia resmi diteguhkan. Dalam pandangan Azhariyat, masjid bukan hanya tempat shalat, tetapi juga pusat peradaban, ruang lahirnya gagasan, dan rumah penguatan nilai. “Penetapan masjid sebagai lokasi pelantikan menjadi simbol bahwa setiap gerak organisasi harus berangkat dari nilai-nilai spiritual dan kembali untuk menguatkan umat,” terang Dr Shofiah Tidjani Lc MSi, atas nama Presidium Nasional Azhariyat Indonesia kepada Gontornews.com.
Momentum Ramadhan dipilih bukan tanpa makna. Ramadhan dipandang sebagai momentum legitimasi moral bagi para pengurus yang dilantik. Mereka tidak hanya disahkan secara struktural, tetapi diikat oleh nilai ibadah, amanah, dan komitmen pengabdian di bulan yang penuh berkah. “Pelantikan ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi lahirnya program-program strategis yang berorientasi pada pencerahan dan pemberdayaan umat,” tutup Dr Shofiah.
Dalam amanahnya, Dewan Penasihat Azhariyat Indonesia, Dr Hj Faizah Ali Syibromalisi Lc
MA menegaskan bahwa organisasi ini harus mampu membangun umat berdasarkan tiga
pilar penting: keislaman, ke-azhariyah-an, dan keindonesiaan. Dr Faizah menggarisbawahi bahwa pelantikan bukan hanya sekadar ritual pengesahan, tetapi momentum untuk segera bergerak maju beramal ikhlas, semata-mata karena ridha Allah SWT.
“Pekerjaan Rumah (PR) kita padat sekali. Ada mahasiswa-mahasiswa, remaja yang perlu dijangkau, didekati, dan diisi dengan nilai-nilai agama. Maka tugas ini bukanlah tugas yang mudah dan ringan, tetapi tugas yang berat,” ujarnya.
Dr Faizah juga berpesan agar Azhariyat Indonesia senantiasa membangun wawasan keilmuan dan intelektual dalam pengabdian umat dengan penuh tanggung jawab, menjaga nama baik organisasi Azhariyat Indonesia, sekaligus marwah Universitas Al-Azhar Mesir sebagai almamater.
Seremonial pelantikan ditutup dengan doa yang khusyuk dan menyentuh yang dipimpin oleh Dewan Penasihat Azhariyat Indonesia, Usth Hj Rifqiyati Mas’ud Lc MA. Doa tersebut merefleksikan asa dan harapan seluruh jajaran pengurus agar dianugerahi ilmu yang bermanfaat, hati yang ikhlas, akal yang bijaksana, dan jiwa yang istiqamah dalam ketaatan kepada Allah.
Doa ditutup dengan harapan agar Azhariyat Indonesia menjadi organisasi think tank yang progresif, inovatif, bermanfaat bagi umat, selalu diridhai Allah SWT, dan dimudahkan segala urusannya. [] Edithya Miranti






















