Dubai, Gontornews — Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat Mike Pompeo, Rabu (26/8), mengadakan pertemuan tertutup dengan keluarga kerajaan Bahrain dan pejabat tinggi di Uni Emirat Arab di tengah dorongan pemerintahan Trump agar negara-negara Arab mengakui Israel.
Arabnews.com merilis, Pompeo telah melakukan perjalanan ke Israel dan Sudan melalui Timur Tengah.
Di Manama, Pompeo mentweet bahwa dia bertemu dengan Raja Hamad bin Isa Al Khalifa dan putranya, Putra Mahkota Salman bin Hamad Al Khalifa, pada Rabu pagi.
βKami membahas pentingnya membangun perdamaian dan stabilitas regional, termasuk pentingnya persatuan Teluk dan melawan pengaruh buruk Iran di kawasan itu,β tulis Pompeo.
Pertemuannya di Bahrain terjadi setelah kesepakatan yang ditengahi AS diumumkan pada 13 Agustus yang memungkinkan Uni Emirat Arab dan Israel membuka hubungan diplomatik.
Bahrain, negara kepulauan kecil di lepas pantai Arab Saudi di Teluk Arab, memiliki komunitas Yahudi yang bersejarah. Negara itu perlahan mendorong hubungan dengan Israel. Dua rabi yang berbasis di AS pada 2017 mengatakan, Raja Hamad mempromosikan gagasan untuk mengakhiri boikot Israel oleh negara-negara Arab. Boikot itu dilakukan untuk memberi dukungan kepada warga Palestina membentuk negara merdeka.
Dalam sebuah pernyataan setelah pertemuan tersebut, Kantor Berita Bahrain yang dikelola negara mengatakan Raja Hamad “menekankan pentingnya upaya yang intensif untuk mengakhiri konflik Palestina-Israel.” Raja mengatakan, hal itu termasuk solusi dua negara untuk negara Palestina merdeka dengan Yerusalem timur sebagai ibukotanya. []






















