Jakarta, Gontornews — Salah satu lembaga pendidikan Islam yang terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas anak didiknya yang berkarakter adalah Jakarta Islamic School (JISc).
JISc yang didirikan sejak Mei 2003 ini menerapkan kurikulum internasional berakhlak Islami yang tetap menjaga jati diri sebagai bangsa Indonesia. Tak heran jika konsistensi JISc ini kemudian meraih penghargaan The Best Favourite Islamic School in Education Quality Excellent of the Year dari Indonesia Achievement Center (IAC), Jumat (12/7) lalu.
JISc berhasil menggaet penghargaan untuk kategori “The Best Favorite Islamic School In Education Quality Excellent Of The Year”. Penghargaan ini diperoleh JISc dengan mengacu pada beberapa kriteria yaitu Quality, Performance, Responsibility, Transparancy and Attractiveness.
Founder JISc Fifi P Jubilea mengungkapkan bahwa pendidikan berkualitas itu penting. Bagi JISc, penghargaan ini semakin menegaskan komitmen untuk menciptakan karya dan prestasi yang lebih tinggi untuk masyarakat dan regenerasi, khususnya dalam tata kelola sekolah Islami yang berwawasan global.
“Saya bersyukur sekaligus bangga atas penghargaan The Best Favourite Islamic School in Education Quality Excellent of the Year. Penghargaan ini menegaskan akan pentingnya pendidikan berkualitas dalam membangun akhlakul karimah anak-anak kita,” ujar Fifi.
Program-program yang diperuntukkan untuk para siswa-siswinya memang sarat dengan pembentukan karakter. Seperti program Indonesia Future Leaders Day pada Rabu (27/11).
Indonesian Future Leader’s Day ini melibatkan 2800 siswa dari JISc Joglo dan Depok serta JIBBS dan JIGSc Bogor. Kegiatan ini membuat semua siswa bergembira. Mereka dikenalkan dengan mainan, makanan tradisional hingga lomba pidato.
Permainan-permainan yang disajikan pun bernuansa tradisional seperti bermain congklak, bekel, dampu gunung, gundu (kelereng), lompat karet, bentengan dan galasin. Semuanya ceria, semuanya semangat.
Di panggung utama, para siswa juga berkompetisi. Bukan hanya tingkat SMA, tetapi juga SD. Baca puisi, bercerita dan berpidato dengan bahasa Inggris.
Fifi menjelaskan, visi sekolah yang ia bangun dan pimpin adalah ‘membangun pemimpin masa depan Muslim’. Karena itu pihaknya bermaksud untuk mendorong semua siswa untuk berani berbicara di depan umum serta untuk menampilkan kinerja pilihan mereka di depan teman-teman mereka.
“Pada umumnya hanya beberapa siswa yang berani yang memiliki kesempatan untuk melakukan kegiatan-kegiatan itu, tetapi dalam program ini kami bertujuan untuk mendorong setiap siswa JISc untuk berbicara di depan umum,” jelas Fifi.
Fifi menjelaskan, setelah mengamati kinerja publik siswa selama beberapa hari, para guru akhirnya memilih 400 siswa terbaik, dan mengadakan kompetisi di antara siswa untuk memilih 100 siswa terbaik yang kemudian diberi penghargaan oleh Kepala Sekolah. [fathur]





















