Palu, Gontornews — Untuk membantu korban tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, Dompet Dhuafa dan Palang Merah Indonesia (PMI) segera mengirim tim ke lokasi berdampak bencana, Sabtu (29/9).
Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi, drg Imam Rulyawan MARS menjelaskan, untuk membantu para korban di Sulawesi Tengah, Dompet Dhuafa menerjunkan tim respons serta medis.
“Untuk pertama kami akan mengirim tim respons cepat yang akan bergerak Sabtu (29/9) pagi dengan penerbangan pertama,” jelasnya dikutip Antaranews.
Imam menjelaskan, konsentrasi utama tim respons pada tahapan awal adalah mendirikan posko yang disediakan bagi korban gempa sebagai tempat tinggal sementara, membantu respons darurat bagi korban serta memberikan pelayanan medis.
Lalu, lanjut Imam, melalui jaringan Dompet Dhuafa dan Layanan Kesehatan Cuma-cuma Sulawesi Selatan, pihaknya juga akan mengirimkan tim medis ke lokasi yang terdampak untuk memberikan fasilitas kesehatan bagi korban luka.
Selain Dompet Duafa, Palang Merah Indonesia (PMI) juga mengirimkan personil untuk membantu para korban. Untuk tahap awal PMI mengirim sebanyak 20 personil yang terdiri dari tim assesment, ambulance dan respons.
“Mereka dikirim dari Luwu Utara, Sulawesi Selatan yang saat ini sedang dalam perjalan menuju lokasi,” kata Aulia Arriani, kepala Biro Humas PMI Pusat, Jumat (28/9) malam.
Aulia menjelaskan, tugas relawan yang diturunkan adalah melakukan tindakan awal kedaruratan, seperti penyelamatan dan melakukan kajian analisis cepat untuk bantuan.
Para personil juga nantinya akan memobilisasi sumberdaya personil sesuai kompetensinya dengan berkoordinasi melalui PMI Provinsi Sulawesi Tengah dan PMI Pusat.
“Personil akan langsung menuju lokasi yang terdampak paling parah,” lanjut Aulia.
Selain itu, pihaknya juga akan mengirim relawan spesialis yang rencananya akan tiba paling lambat hari ini. Mereka akan membentuk tim kemudian disebar untuk melakukan penyisiran ke lokasi-lokasi terdampak yang paling parah.
“Tugas utama mereka adalah menolong, menyelamatkan dan membantu berbagai hal yang dibutuhkan korban,” ujarnya.[Devi Lusianawati]





















