Gontornews, Jakarta — World Islamic Union for Scout and Youth (WIUSY) membawa 170 lebih simbol dan lambang kepramukaan sedunia dalam meramaikan kegiatan World Muslim Scout Jamboree 2025 yang diselenggarakan Pondok Modern Gontor di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta.
Penanggung Jawab Scout WIUSY, Sayed Mustapha Hamyed Hamed, kepada Gontornews mengatakan dalam rangka meramaikan WMSJ 2025 di Jakarta, Indonesia, pihaknya telah membawa lebih dari 170 simbol atau lambang kepramukaan dari berbagai negara di dunia. Ratusan simbol atau lambang tersebut dijual dengan harga mulai dari Rp50 ribu hingga ratusan ribu rupiah.
“Ini di antaranya ada yang dari Amerika Serikat, Mesir dan Swiss,” katanya seraya menunjukkan atribut-atribut tersebut di standnya.
Ia mengaku senang bisa berpatisipasi dalam kegiatan akbar Jambore Pramuka Muslim Dunia pertama yang diadakan di Indonesia. Ia pun memberikan apresiasi yang besar kepada kegiatan WMSJ 2025.
Selain bisa bersilaturahmi dengan sesama Muslim dunia, dalam ajang bergengsi tersebut ia bisa mengenal kebudayaan masing-masing negara dari peserta yang hadir.
“Kalau saya tidak hadir dalam kegiatan ini, mungkin saya tidak akan bertemu dengan mereka, ada yang dari Brunei, Jakarta, dan negara lainnya,” katanya dalam Bahasa Arab.
Menurutnya, kegiatan Jambore Pramuka Muslim Dunia ini berbeda dengan kegiatan Jambore Dunia pada umumnya. Dalam kegiatan kali ini, ia merasa kegiatannya lebih tertib dan lekat dengan nilai-nilai ajaran Islam.
“Saya sudah pernah menjadi perwakilan Jamdun (Jambore Dunia) di Amerika, Mesir, dan inj sangat berbeda,” ungkapnya.
Ia menjelaskan setidaknya ada tiga hal yang membuatnya mengapresiasi kegiatan Jambore Pramuka Muslim Dunia ini. Pertama, sambutan yang dilakukan oleh panitia sangat baik dan sangat memuaskan.
Kedua, bimbingan ibadah selama kegiatan yang diberikan khususnya bagi tamu dan peserta dari luar negeri. Hal itu sangat membantunya dalam menjalankan kewajiban ibadahnya selama mengikuti kegiatan tersebut.
“Ketiga, keberadaan stand. Menurut saya ini sangat rapi, bersih sehingga memudahkan saya selama membuka stand di sini,” jelasnya.
Pria asal Mesir ini pun melanjutkan bahwa melalui kegiatan akbar ini ia berkesempatan untuk mengenalkan World Islamic Union for Scout and Youth (WIUSY) kepada para peserta yang juga berasal dari berbagai negara. WIUSY sendiri adalah sebuah organisasi kepramukaan dan pemuda Muslim dunia.
“Saya juga senang karena di sini lebih banyak peserta yang menggunakan Bahasa Arab daripada Bahasa Inggris, tidak seperti saat mengikuti Jambore Dunia pada umumnya,” katanya. [Devilusiana]






















