Jakarta, Gontornews — Kabar baik bagi akademisi dan peneliti Indonesia yang ingin melanjutkan studi maupun mengembangkan riset di Swiss. Pemerintah Swiss kembali membuka Swiss Government Excellence Scholarships untuk tahun akademik 2027–2028. Program beasiswa yang diberikan melalui Federal Commission for Scholarships for Foreign Students (FCS/ESKAS) ini ditujukan untuk memperkuat pertukaran internasional dan kerja sama penelitian antara Swiss dengan berbagai negara. Tahun ini, program tersebut terbuka bagi pelamar dari 183 negara.
Bagi akademisi dan peneliti Indonesia, tersedia dua jalur utama yang dapat dipilih, yakni Research Fellowship dan PhD Scholarship. Research Fellowship ditujukan bagi peneliti muda yang sedang menempuh program doktoral di negara asal. Penerima berkesempatan melakukan riset selama 6–12 bulan di perguruan tinggi atau lembaga penelitian yang diakui di Swiss, mulai 1 September 2027, dan tidak dapat diperpanjang. Pelamar harus telah menyelesaikan gelar magister paling lambat 31 Juli 2027, atau 30 Juni 2027 khusus kandidat ETH Zurich. Selain itu, pelamar harus lahir setelah 31 Desember 1991 dan memiliki proposal penelitian lengkap beserta timeline. Program ini memprioritaskan kandidat yang sebelumnya belum pernah belajar atau melakukan penelitian di Swiss.
Sementara itu, PhD Scholarship diperuntukkan bagi kandidat yang ingin menempuh pendidikan doktoral di universitas atau lembaga riset yang diakui di Swiss. Persyaratannya antara lain telah menyelesaikan gelar magister paling lambat 31 Juli 2027, atau 30 Juni 2027 bagi kandidat ETH Zurich, serta lahir setelah 31 Desember 1991. Beasiswa PhD dimulai pada 1 September 2027 dan diberikan selama 12 bulan pada tahap awal. Program ini dapat diperpanjang hingga maksimal 36 bulan dengan mempertimbangkan perkembangan akademik penerima.
Selain kesempatan mengembangkan studi dan riset di Swiss, penerima beasiswa juga memperoleh dukungan finansial. Swiss Government Excellence Scholarships 2027–2028 memberikan tunjangan sebesar CHF 2.450 per bulan bagi penerima Research Fellowship maupun PhD Scholarship untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup selama program berlangsung. Tunjangan tersebut merupakan dukungan beasiswa, bukan gaji. Bagi akademisi dan peneliti Indonesia yang tertarik mengembangkan studi atau riset di Swiss, sejumlah dokumen perlu dipersiapkan untuk mendaftar Research Fellowship maupun PhD Scholarship. Dokumen tersebut meliputi:
- CV lengkap yang memuat pendidikan, pengalaman kerja atau riset, publikasi, penghargaan, dan pengalaman mengajar;
- Surat motivasi maksimal dua halaman;
- Proposal penelitian maksimal lima halaman, termasuk ringkasan bagi pembaca nonspesialis;
- Surat dukungan dari pembimbing akademik di Swiss;
- CV singkat pembimbing akademik di Swiss;
- CV singkat pembimbing dari universitas asal bagi pelamar Research Fellowship;
- Alamat email dua profesor berbeda untuk kebutuhan rekomendasi;
- Ijazah dan transkrip akademik beserta terjemahan bersertifikat jika diperlukan;
- Salinan paspor; dan
- Salinan izin tinggal atau konfirmasi pendaftaran apabila telah berada di Swiss.
Selanjutnya calon peserta dapat memulai persiapan dengan memastikan kesesuaian program, kemudian mencari profesor atau supervisor di Swiss yang bidang penelitiannya relevan. Setelah proposal dan dokumen pendukung lengkap, pendaftaran dilakukan secara daring melalui GO ESKAS (Grants Online ESKAS). Pendaftaran dibuka sejak 20 Agustus 2026, sementara batas akhir bagi pelamar Indonesia adalah 30 November 2026. Mengingat pencarian supervisor dan penyusunan proposal membutuhkan waktu, persiapan sebaiknya dilakukan sejak jauh hari sebelum tenggat pendaftaran. Selamat mencoba. Semoga berhasil! [Muhammad Khaerul Muttaqien]






















