Gaza, Gontornews — Aksi Cepat Tanggap (ACT) melalui Gerobak Wakaf atau toktok kembali menunjukkan aksinya di Gaza. Enam armada toktok dikerahkan untuk membantu pendistribusian sayuran segar. Dipunggawai oleh relawan ACT di Palestina, enam gerobak ini berpencar ke tiga wilayah di Gaza untuk memperluas wilayah distribusi. Di antaranya. Om al-Nasr di utara Gaza, Kamp Alshatei di barat Gaza, dan Al-Shijaiyya di timur Gaza.
Said Mukaffiy dari tim Global Humanity Response-ACT melaporkan jumlah total penerima manfaat dalam aksi ini mencapai 1.200 orang. Mereka merupakan keluarga prasejahtera di Gaza yang terdampak agresi dan blokade dari Israel.
“Aksi ini dilatarbelakangi adanya pembatasan ekspor sayur oleh Israel di Gaza. Membuat para petani di Gaza merugi,” ujar Said dilansir dari laman ACTNews, Senin (5/7).
Said menuturkan, sayuran yang ACT bagikan didapat dengan cara membeli langsung dari petani di Gaza. Pembelian dilakukan dengan penawaran harga terbaik, sehingga para petani mendapatkan untung yang setimpal dengan jerih payahnya, sedangkan para penerima manfaat juga bisa merasakan senangnya. Sebagaimana diketahui, petani Gaza kesulitan menjual hasil panen karena aturan sepihak Israel yang merugikan.
“Terutama para petani tomat. Beberapa hari lalu Israel kembali membuat peraturan ekspor yang sewenang-wenang. Di mana dalam aturan tersebut, mahkota buah dari batang tomat harus dicabut sebelum menyebrangi perbatasan. Akibatnya, tomat akan cepat busuk dan para petani terpaksa harus menjualnya dengan sangat murah,” tambah Said.
Untuk diketahui, proses distribusi sayuran ini menggunakan Gerobak Motor Wakaf atau toktok yang merupakan buah kedermawanan masyarakat Indonesia. Saat ini, jumlah toktok yang tersedia mencapai 17 unit. di mana 11 di antaranya merupakan unit yang baru saja keluar dari karoseri. Toktok ini direncanakan akan dibagikan untuk warga Gaza menjalankan aktivitas ataupun usahanya.
“Insyaallah aksi pembelian sayuran petani dan pendistribusian ke keluarga di Gaza akan terus dilakukan di hari-hari berikutnya. Untuk di aksi berikutnya kami ikhtiarkan akan lebih masif karena akan menggunakan seluruh armada toktok,” pungkas Said.[]





















