Bogor, Gontornews — Dalam rangka mengisi liburan sekolah kali ini Sakinah Finance menggelar pelatihan untuk 50 anak kelompok usia 6-10 tahun. Pelatihan Literasi Keuangan Syariah ini dimulai dari 5 Juli dan disambung tanggal 8 Juli dan 11 Juli.
Beberapa Alumni Sakinah Finance bergerak dalam pelatihan literasi ini antara lain: Sri Lestari, Isti Khairani, Irzaliatu Zuhurica, Rini Aprianti, Irma Andriyaningtyas, Farisah Amanda, Sri Melinda Pujayanti dan Hidayatul Azqia.
Murniati selaku Pendiri Sakinah Finance menyatakan bahwa indeks literasi keuangan secara umum di Indonesia masih rendah yaitu 38,03 persen, dengan indeks inklusi sebesar 76,19 persen pada tahun 2019. Di tahun yang sama, indeks literasi keuangan syariah hanya 8,93 persen dan inklusi hanya 9,01 persen.
Itu menurut survei OJK, sedangkan di akhir tahun 2020, dengan pendekatan berbeda Bank Indonesia mengeluarkan hasil survei yang menunjukan indeks literasi ekonomi dan keuangan syariah berkisar 16,03 persen. Artinya dari 100 orang baru sekitar 16 orang saja yang paham mengenai ekonomi dan keuangan syariah.
“Indeks literasi rendah pastinya berkolarasi dengan pertumbuhan pangsa pasar keuangan syariah contohnya saja pangsa pasar bank syariah hanya 9,9 persen tahun 2020. Jauh dibandingkan dengan Malaysia yang sudah melejit hingga 30 persen.”
Maka dari itu pelatihan ini akan sangat membantu masyarakat sejak usia dini untuk mempraktikkan keuangan syariah di dalam kehidupan sehari-hari seperti menabung, berbisnis, belanja, bersedekah sesuai dengan koridor syariah. “Para peserta cilik ini juga diajak untuk berinovasi melalui kerajinan tangan, mengatur waktu dan beraktivitas sosial,” tutup Murniati. []





















