Judul : Menulis Al-Qur’an Juz 30
Penerbit : Zain Penyejuk Hati
Cetakan : 2020
Tebal : 26 hlm
Tak sekedar membaca, kita juga bisa merasakan sensasi menulis wahyu al-Qur’an dengan jari-jemari sendiri. Menulis al-Qur’an setelah kegiatan menghafal ayat diyakini mampu menambah kekuatan hafalan para penghafal al-Qur’an. Jika hal ini terus dilakukan, maka selain menguatkan hafalan, kita juga akan semakin terlatih dalam menulis huruf hijaiyah.
Cara yang diberikan pun sangat mudah, cukup dengan menggoreskan pensil atau pena mengikuti garis tipis khat yang telah dicetak di dalam buku ini, penulis tidak perlu khawatir takut salah lagi. Sebab khat yang disajikan persis seperti cetakan mushaf standar. Mushaf yang digunakan dalam buku ini diambil dari Mushaf Ummul Qura terbitan Penerbit Ummul Qura.
Buku ini juga telah mendapatkan Tanda Tashih dari Kementerian Agama Republik Indonesia pada 4 Mei 2020 atau bertepatan dengan 11 Ramadhan 1441 H di Jakarta kemaren. Sehingga pembaca tidak perlu khawatir lagi akan kebenarannya.
Selain berisi halaman warna-warni untuk menulis, buku ini juga menyajikansatu tokoh Islam panutan yaitu Ibnu Katsir, sang pembelajar sejati. Ada juga ringkasan kisah sejarah penulisan al-Qur’an. Mulai dari masa kenabian di Mekah, masa hijrah di Madinah, masa Khalifah Abu Bakar, masa Khalifah Umar bin Khatab, juga masa Khalifah Utsman bin Affan.
Turut diceritakan pula sejarah al-Qur’an pada masa-masa selanjutnya. Dimana kala itu terjadi beberapa perbaikan tulisan Mushaf Rasm Utsmani, seperti pemberian harakat atau syakal, i’jam, penulisan mad dan iqlab, serta pembagian juz al-Qur’an yang terdiri dari tiga puluh juz. Sangat menarik bukan? [Edithya Miranti]





















