Nieuwegein, Gontornews – Rabu (19/6) ini, Penyelidik Internasional akan segera menggelar proses pidana terhadap para tersangka dalam penembakan Pesawat Malaysia Airlines MH17 di Ukraina Timur 2014 lalu.
Hari ini, tim internasional yang dipimpin Belanda akan memberikan keterangan kepada keluarga korban Pesawat Malaysia Airlines MH17 dan presentasi kepada media mengenai hukuman pidana kepada pelaku penembakan pesawat yang telah menewaskan anggota keluarga mereka.
Lembaga penyiaran Belanda, RTL dan NOS melaporkan akhir pekan lalu bahwa para penyelidik akan mengungkap nama-nama tersangka individu.
Wakil Menteri Luar Negeri Ukraina, Olena Zerkal dalam sebuah wawancara yang dikutip Interfax Ukraina Selasa (18/6) kemarin, mengatakan jaksa penuntut akan menyebutkan empat tersanga utama penembakan pesawat Malaysia Airlines MH17.
Tanggal 17 Juli 2014 lalu, MH17 ditembak jatuh di wilayah yang dipegang oleh separatis pro-Rusia di Ukraina timur saat terbang dari Amsterdam ke ibukota Malaysia Kuala Lumpur. Sebanyak 298 orang penumpang dan awak pesawat di dalamnya tewas. Sebagian besar korban adalah warga Belanda.
Sebuah tim investigasi gabungan yang dibentuk pada tahun 2014 oleh Australia, Belgia, Malaysia, Belanda dan Ukraina menemukan bahwa pesawat itu ditembak jatuh oleh rudal Rusia.
Sementara itu, Pemerintah Rusia menyangkal telah memberikan dukungan kepada pemberontak pro-Rusia untuk melawan pasukan Pemerintahan Ukraina dan juga menyangkal keterlibatan dalam menembak jatuh MH17.
Tahun lalu Presiden Rusia Vladimir Putin juga telah menyebut MH17 sebagai tragedi yang mengerikan dan ia menegaskan jika Moskow tidak dapat disalahkan atas apa yang terjadi.
Akan tetapi Pemerintah Belanda dan Australia mengatakan bahwa Rusia harus bertanggung jawab secara hukum.
Jaksa sebelumnya mengatakan sistem rudal yang menjatuhkan pesawat tersebut berasal dari Brigade Anti-Pesawat Rusia ke-53, yang berpusat di kota Kursk, Rusia barat.
Para penyelidik mengatakan langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi masing-masing pelaku dan mencoba untuk mengadili mereka.
Selain itu, Belanda juga mengatakan jika Rusia belum bekerjasama dalam penyelidikan penembakan pesawat dan Moskow diperkirakan tidak akan menyerahkan tersangka.[Devi Lusianawati]


















