Jakarta, Gontornews– Minat masyarakat terhadap Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) terus meningkat dalam setiap tahunnya. Banyak orangtua memondokkan anaknya dengan harapan anaknya kelak bisa menjadi hebat setelah mondok di Gontor, karena melihat banyaknya alumni Gontor yang hebat-hebat.
“Namun percayalah itu bukan karena pondoknya yang hebat. Tetapi karena anak-anak sendiri yang mampu berjuang dan mengikuti pendidikan di pondok,” ungkap Direktur Kulliyyatul Muallimin Al-Islamiyah (KMI) KH Masyudi Subari MA dalam pengarahan menjelang ujian masuk calon pelajar PMDG di Masjid Jami PMDG Kampus 2 Jumat Ba’da Maghrib (14/6/2019).
Lanjut Direktur KMI menjelaskan, tahun ini masyarakat yang memondokkan anaknya berjumlah ribuan orang. “Tercatat hingga 14 Juni 2019 siang ada 3465 calon pelajar yang mendaftar. Alhamdulillah antusias wali murid sangat besar dan pendaftaran masih dibuka bila ada yang ingin mendaftar hingga 14 Juni 2019 malam. Penutupan pendaftaran pada malam ini (14 Juni 2019) pukul 24.00 ditandai dengan bel panjang,” jelasnya.
Adapun ujian dilaksanakan di PMDG Kampus 1 yang berjarak kurang lebih 3,5 KM dari PMDG Kampus 2. “Mobilisasi idealnya menggunakan 60 truk, karena hanya ada 30 truk maka dibuat 2 kali pemberangkatan. Wali murid tidak perlu mendekat ke terminal/ tempat keberangkatan truk. Tidak usah ikut ke Gontor 1, tidak boleh mendekati ruangan ujian dan tidak ada konvoi mobil beramai-ramai ke sana, karena tempat tidak mungkin cukup, malah akan mengganggu konsentrasi anak-anak. Cukup mendoakan dari jauh saja,” ujarnya.
Menurutnya, soal ujian disiapkan sesuai dengan standar yang ada di Gontor. Syarat mengikuti ujian tulis adalah mengikuti ujian lisan. Adapun yang terlibat dalam pengoreksian jawaban ujian calon pelajar, ada ratusan guru yang terlibat untuk itu dan tidak ada kecurangan dalam pengoreksian. Karena pada lembar jawaban tidak tercantum nama, melainkan diganti dengan kode tertentu. Sehingga pengoreksi tidak tahu jawaban siapa yang dikoreksi, semua pengoreksian bersifat objektif.
“Yang imlanya betul semua akan kami beri nilai 10 dan yang salah semua kami beri nilai 0. Begitu pula yang berhitungnya betul semua akan kami beri nilai 10 dan yang salah semua kami beri nilai 0. Maka jujurlah, jangan pernah berpikir untuk curang, membawa contekan, melihat jawaban teman sebelahnya dll. Gontor adalah negara kejujuran, negara keikhlasan, tidak ada tempat bagi yang curang. Semua harus bersandar pada kemampuan diri sendiri “Al-I’timadu Ala Nafsi,”tegasnya
Sabtu (15/6) pukul 00.00 Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal beserta Direktur KMI KH Masyhudi Subari MA resmi menutup pendaftaran calon pelajar di Pondok Modern Darussalam kampus 2, Siman, Ponorogo. Hingga ditutupnya pendaftaran calon pelajar, jumlah pendaftar mencapai 7605 orang. Jumlah tersebut merupakan rekapitulasi dari Pondok putra maupun putri yang ada di dalam Jawa serta luar Jawa.
Untuk pendaftar di kampus pusat putra berjumlah 3714 orang, sedangkan kampus putra luar Jawa berjumlah 586 orang. Pendaftar di kampus putri Mantingan berjumlah 2816 orang, sedangkan kampus putri luar Jawa pendaftarnya mencapai 489 orang. Jika dikalkulasikan maka pendaftar putra berjumlah 4300 orang, sedangkan putri berjumlah 3305 orang.
Dalam pembukaan tahun ajaran baru, Pimpinan PMDG, KH Hasan Abdullah Sahal sambil meneteskan air mata mengatakan, salah satu lembaga yang mendidik kehidupan adalah pesantren.
“Rasa-rasanya kami pimpinan pondok akan menerima semuanya. Rasa-rasanya. Bapak-Ibu berguling-guling di halaman masjid. Di depan asrama berhari-hari. Orang tua-orang tua pilihan menunggu anak-anaknya. Rasa-rasanya diterima semua,”tandasnya.
Baginya, banyaknya jumlah calon pelajar di Pondok Modern Darussalam Gontor bukan hanya suatu kebanggaan. Namun, juga amanat bagi seluruh keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor. “Mudah -mudahan Pak Yai, guru-guru dan para pejuang pondok selalu diberikan kekuatan untuk terus membina dan mendidik umat,”jelasnya.


















