Leuwiliang, Gontornews — Rabu (13/5), Badan Kontak Majelis Taklim dan Pondok Pesantren Salafi (BKMPS) Bogor menggelar acara Tarhib Ramadhan. “Marhaban ya Ramadhan..marhaban ya Ramadhan…marhaban ya Ramadhan,” teriak mereka dari atas motor.
Para santri salafi itu berkonvoi di atas motor menyusuri jalanan di Kecamatan Leuwiliang dan sekitarnya. Mereka mengenakan sarung dan peci hitam khas Indonesia sembari mengibarkan ratusan bendera Tauhid, La ilaha illallah, berwarna putih dan hitam.
Ketua BKMPS Ustadz Iip Syarifuddin mengatakan, pawai bendera Rasulullah itu dilakukan untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1439 Hijriah.
Pawai bendera Tauhid ini melalui rute Leuwiliang – Leuwisadeng – Nanggung – Sukajaya – Cigudeg – Leuwiliang. Sekitar 5 jam perjalanan, konvoi menembus area perumahan, persawahan, hutan, bukit, perkebunan sawit, keramaian pasar dan terminal, serta jalan raya yang menghubungkan Provinsi Jawa Barat dengan Provinsi Banten.
Konvoi berlangsung tertib dan rapi. Tak heran jika Camat Leuwiliang, Cahiruka Judhiyanto, mengapresiasi pawai Ramadhan itu. Saat konvoi tiba di Terminal Leuwiliang, Pak Camat menyalami peserta pawai dan mengajak foto bersama. “Alhamdulillah pawai ini pesertanya banyak dari kalangan pesantren salafi,” paparnya.
“Siapa yang bergembira dengan masuknya bulan Ramadhan, maka Allah akan mengharamkan jasadnya dari api neraka,” terang Ustadz Mulyadi, sekretaris BKMPS dalam tausiyahnya kepada peserta pawai di Masjid Nurul Muhibbin, Sadeng.
Peserta pawai singgah di masjid ini untuk menunaikan shalat Dzuhur berjamaah.
“Bulan Ramadhan harus kita isi untuk meninggalkan hal-hal yang diharamkan oleh Allah dan menjalankan hal-hal yang baik, termasuk kita harapkan sistem pemerintahan akan lebih baik dengan ketakwaan,” tambah Ustadz Mulyadi. [Rusdiono Mukri]





















