Jakarta, Gontornews – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meluncurkan teknologi prakiraan cuaca digital berbasis kecamatan (National Digital Forecaster/NDF), Jumat (23/3).
Dalam sambutannya, Kepala BMKG, Dikorita Karnawati mengatakan bahwa kebutuhan informasi cuaca yang cepat, tepat waktu dan akurat meningkat.
“Inovasi yang dilakukan oleh BMKG ini, dapat memperluas jangkauan daerah prakiraan dari skala kabupaten dan tingkat kecamatan,” kata Dwikorita dalam konferensi pers di Gedung BMKG, Kemayoran, Jakarta, Jumat (23/3).
Lebih lanjut, informasi cuaca yang lengkap dan detail memerlukan pemutakhiran teknologi observasi, pengolahan, analisa serta peningkatan pengetahuan untuk mendukung kecepatan dan keakurasian infomasi cuaca. Teknologi NDF mampu melakukan prakiraan cuaca dalam rentang 7 hari ke depan serta keakuratan informasi cuaca yang diperbarui setiap 3 jam.
“Waktu prakiraan yang sebelumnya 3 hari menjadi 7 hari ke depan dengan jangka waktu prakiraan yang semula setiap 6 jam saat ini menjadi lebih spesifik yaitu 3 jam,” tambah Dwikorita.
“BMKG memiliki target, bahwa informasi cuaca harus dapat mencapai grass root atau bisa dikatakan hingga masyarakat pelosok sehingga mereka dapat mengetahui informasi cuaca secara cepat, tepat, dan mudah dipahami yang dapat mendukung aktivitas mereka,” kata Dwikorita.
Lebih lanjut, Dwikorita menjelaskan bahwa National Digital Forecaster ini diluncurkan untuk membangun weather ready nation yang membuat masyarakat Indonesia siap menghadapi dan memanfaatkan cuaca dan iklim,
“Seperti saat ini wilayah Indonesia akan masuk musim kemarau, sehingga diharapkan masyarakat dapat mengetahui apa saja yang dilakukan pada saat musim kemarau,” paparnya.
Dwikorita mengatakan bahwa DKI Jakarta, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan dan Bali menjadi wilayah di Indonesia yang memiliki akses informasi cuaca hingga wilayah Kecamatan.
“Hal ini merupakan salah satu bentuk dukungan BMKG untuk menyukseskan kegiatan-kegiatan internasional yang diselenggarakan di Indonesia di antaranya ASEAN Games dan Sidang IMF,” tegas Dwikorita.
Tahapan selanjutnya,informasi cuaca di 34 provinsi di seluruh wilayah Indonesia juga akan dapat diakses hingga ke tingkat kecamatan.
“Langkah-langkah yang dilakukan oleh BMKG ini merupakan bentuk nyata sebagai dukungan dan menyukseskan program-program pemerintah,” pungkas Dwikorita. [Mohamad Deny Irawan]






















