Jakarta, Gontornews — Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, salah satu tantangan kehidupan beragama saat ini adalah membentengi generasi muda Muslim dengan penanaman aqidah yang kokoh dan praktik beragama yang benar. Salah satunya adalah dengan memberikan pemahaman al-Qur’an dan Hadis.
Menurut Menag, hal itu penting dalam rangka menjaga generasi Muslim dari praktik keagamaan menyimpang dan atau sikap beragama yang ekstrem. Β βPemahaman yang utuh dan benar terhadap al-Qur’an dan Hadis sebagai sumber pokok ajaran Islam harus dapat menjadi βfilterβ bagi generasi muda Muslim agar terhindar dari pengaruh aliran yang menyimpang dan sikap beragama yang sempit dan keras,β terang Menag pada ramah-tamah sekaligus penutupan Musabaqah Hafalan al-Qur’an dan Hadis Pangeran Sulthan Bin Abdul Aziz Alu Suβud Tingkat ASEAN dan Pasifik ke-10 di Jakarta, Kamis (22/3).
MHQH, kata Menag, menjadi salah satu wahana yang dapat menggugah dan membangkitkan motivasi generasi Muslim untuk menghafal dan mempelajari al-Qur’an dan Hadis. βKita wajib bersyukur ke hadirat Allah SWT Β dengan adanya even keagamaan seperti musabaqah ini,β ujarnya dilansir kemenag.go.id.
Menag menilai, MHQH sangat bermanfaat dalam rangka memelihara kecintaan dan kesadaran umat Islam untuk mendalami esensi, makna dan hikmah yang terkandung dalam al-Qur’an dan Hadis sebagai sumber etika dan petunjuk jalan yang lurus. Menag berharap MHQH juga memberi dampak sosial dan sentuhan syiar dakwah yang berkesan kepada masyarakat Indonesia.
MHQH tingkat ASEAN dan Pasifik berlangsung pada 20-23 Maret 2018 di Masjid Istiqlal, Jakarta. Even internasional ini diikuti 84 orang, terdiri dari 70 peserta hafalan al-Qur’an, 14 peserta hafalan Hadis, serta 11 official dari 14 Negara di kawasan Asian dan Pasifik. Hari ini, mereka bersilaturahim dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara.
Selain peserta, hadir Pangeran Khaled Bin Sulthan Bin Abdul Aziz Alu Suβud, Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia Syekh Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi, Β Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Ketua MPR Hidayat Nur Wahid. [Fathurroji]






















