Padang, Gontornews – Menteri Agama, Lukman Hakim Saifudin menyebutkan pemerintah akan menentukan secara resmi awal bulan Ramadhan setelah dilakukan sidang itsbat. Pemerintah, sebagaimana metode penetapan awal Ramadhan Majelis Ulama Indonesia, menggunakan pendekatan Hisab Rukyat.
“Mudah-mudahan tahun ini kita bersama-sama mengawali puasa pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri,” kata Lukman sebagaimana dilansir Antara, Jumat (23/3).
Pemerintah melakukan sidang itsbat dengan melibatkan seluruh ormas Islam dan Majelis Ulama Indonesia. Khusus penetapan awal Ramadhan yang dilakukan ormas Muhammadiyah, Lukman menghormati keputusan tersebut.
“Muhammadiyah punya metode sendiri dalam menentukan 1 Ramadhan dengan menggunakan metode hisab yaitu menghitung posisi hilal ada di mana,” tambah Lukman.
Senada dengan Menag, Majelis Ulama Indonesia menghormati penetapan 1 Ramadhan 1439 pada 17 Mei 2018 yang dilakukan oleh Muhammadiyah. Wakil Sekjen MUI, Zainut Tauhid Saadi meminta masyarakat agar menerima perbedaan pendapat.
“MUI mengharapkan umat Islam tidak menjadikan hal ini (penetapan 1 Ramadhan) menjadi polemik tapi justru dijadikan sebagai proses pendewasaan diri dalam menerima perbedaan pendapat,” kata Zainut Tauhid.
“MUI menghormati keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang sudah mengumumkan penetapan 1 Ramadhan 1439 Hijriyah dan 1 Syawal 1439 Hijriah karena sesuai dengan metode ijtihad yang digunakan yaitu melalui pendekatan hisab dan perhitungan bulan,” pungkasnya. [Mohamad Deny Irawan]























