Jakarta, Gontornews – Badan Meteorologi, Klimatologi dam Geofisika (BMKG) menambah sensor seismograph portabel di Sulawesi sebanyak 20 unit. Sebelumnya sudah terpasang sebanyak 15 unit, jadi total 35 unit sensor portabel yang terpasang untuk pengamatan aktivitas seismik di pulau tersebut.
Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Tiar Prasetya menjelaskan, pemasangan sensor tersebut untuk membantu mendapatkan data akurat terkait aktivitas seismik di Sulawesi.
“20 sensor portabel yang baru digunakan untuk mendukung data sensor yang sudah ada sebelumnya,” jelasnya, Antaranews.
Tiar menambahkan, jika sebagian besar sensor portabel tersebut dipasang di Sulawesi Tengah, yang sebelumnya telah diguncang gempa bumi magnitudo 7,4 Skala Richter (SR) dan mengakibatkan tsunami dan likuifaksi.
Sejak peristiwa yang terjadi Jumat 28 September lalu, hingga Selasa (16/10) kemarin, BMKG telah mencatat sebanyak 543 kali gempa bumi susulan terjadi. 20 kali gempa bumi dirasakan dengan magnitudo di atas 5 SR.
Data yang dihimpun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) jumlah korban meninggal dunia mencapai 2.073 jiwa dan proses pencarian korban telah dihentikan sejak Jumat 12 Oktober 2018.[Devi Lusianawati]
Tambah Sensor Portabel di Sulawesi
Jakarta, Gontornews – Badan Meteorologi, Klimatologi dam Geofisika (BMKG) menambah sensor seismograph portabel di Sulawesi sebanyak 20 unit. Sebelumnya sudah terpasang sebanyak 15 unit, jadi total 35 unit sensor portabel yang terpasang untuk pengamatan aktivitas seismik di pulau tersebut.
Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Tiar Prasetya menjelaskan, pemasangan sensor tersebut untuk membantu mendapatkan data akurat terkait aktivitas seismik di Sulawesi.
“20 sensor portabel yang baru digunakan untuk mendukung data sensor yang sudah ada sebelumnya,” jelasnya, Antaranews.
Tiar menambahkan, jika sebagian besar sensor portabel tersebut dipasang di Sulawesi Tengah, yang sebelumnya telah diguncang gempa bumi magnitudo 7,4 Skala Richter (SR) dan mengakibatkan tsunami dan likuifaksi.
Sejak peristiwa yang terjadi Jumat 28 September lalu, hingga Selasa (16/10) kemarin, BMKG telah mencatat sebanyak 543 kali gempa bumi susulan terjadi. 20 kali gempa bumi dirasakan dengan magnitudo di atas 5 SR.
Data yang dihimpun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) jumlah korban meninggal dunia mencapai 2.073 jiwa dan proses pencarian korban telah dihentikan sejak Jumat 12 Oktober 2018.[Devi Lusianawati]



















