Jakarta, Gontornews – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa gempa berkekuatan 7,9 SR di kota Kodiak, Alaska tidak berdampak ke Indonesia. Sebelumnya, laman live science menyebut bahwa gempa tersebut menyebabkan tsunami hingga ke Indonesia meski kemudian peringatan tersebut dicabut.
“Berdasarkan hasil analisis dari BMKG, Gempa bumi tersebut menimbulkan ancaman tsunami lokal di sekitar pusat gempa bumi, tetapi tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia. Oleh karena itu dihimbau kepada masyarakat supaya tetap tenang,” ungkap Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Mochammad Riyadi, Selasa (23/1).
Menurut the National Tsunami Warning Center (NTWC), peringatan tsunami diberikan kepada mereka yang tinggal di sepanjang garis pantai dari provinsi Canada’s British Columbia hingga Aleutian Island di Alaska.
Atas peringatan tersebut, Gubernur Alas,a Bill Walker sempat memantau dengan seksama gempa bumi ini dan memastikan penduduk untuk tetap tenang sembari menunggu pengumuman resmi pemerintah setempat. Setelah 3 jam gempa bumi, peringatan tsunami tersebut dicabut oleh otoritas setempat.
“Tsunami berpotensi terjadi akibat peristiwa ini, namun (peringatan itu) tidak lagi menimbulkan ancaman,” tulis NTWC.
“Beberapa daerah mungkin harus tetap melihat perubahan kecil di permukaan laut,” tambah laporan tersebut.
Live Science mengabarkan jika gelombang tsunami yang terjadi akibat gempa bumi di Alaska mencapai 21 cm. [Mohamad Deny Irawan]






















