Manchester, Gontornews — Polisi melakukan penangkapan di Inggris dan Libya saat melakukan penyelidikan terhadap seorang pembom bunuh diri yang menewaskan 22 orang di sebuah tempat konser di Manchester, Senin (22/5) malam. Polisi fokus melacak jaringan pelaku pemboman karena dikhawatirkan mereka dapat menyerang lagi.
Ramadan Abedi, ayah tersangka pembom yang diidentifikasi sebagai Salman Abedi, mengatakan kepada kantor berita Reuters di ibukota Libya pada hari Rabu (24/5), dia terakhir kali berbicara kepada anaknya sekitar lima hari lalu melalui telepon dan “semuanya normal”.
Ramadan Abedi, yang ditahan oleh pasukan kontra-terorisme Tripoli selama wawancara tersebut, mengatakan bahwa anaknya Salman telah memberitahu keluarganya bahwa dia sedang menuju ziarah ke Mekkah.
“Saya berbicara dengannya sekitar lima hari yang lalu … tidak ada yang salah, semuanya normal,” kata Abedi seperti dikutip Aljazeera.
Dia juga yakin Salman bukan anggota ISIS.
“Salman bukan anggota organisasi manapun,” katanya. “Keluarga ini agak bingung karena Salman tidak memiliki ideologi ini, dia tidak memegang kepercayaan ini. Kami mengutuk tindakan teroris ini terhadap warga sipil dan orang-orang yang tidak bersalah.”
Polisi di Tripoli juga menangkap seorang saudara laki-laki Abedi. Seorang jurubicara pasukan kontra-terorisme setempat mengatakan adik laki-laki Salman Abedi, Hashem Abedi, ditangkap karena dicurigai memiliki hubungan dengan ISIS dan dicurigai berencana melakukan serangan di ibukota Libya. [Rusdiono Mukri]

















