Sarajevo, Gontornews – Setidaknya 60 pasangan pengantin menjalani proses pernikahan masal di Sarajevo, ibukota Bosnia, Kamis (19/7). Menurut penyelenggara, pernikahan masal ini dilakukan untuk memudahkan para pasangan muda yang ingin melaksanakan pernikahan.
“Pernikahan adalah hari istimewa bagi semua orang. Akan tetapi, pernikahan masal yang diselenggarakan dengan cara Islam akan menjadi suatu hal yang selalu diingat seumur hidup,” kata panitia penyelenggara, Almin Cutuk, sebagaimana dilansir Reuters.
Dalam proses perikahan masal ini, sebuah badan amal di Sarajevo menyediakan pakaian khusus bagi calon pengantin pria dan wanita. Tidak hanya itu, setiap pasangan juga mendapatkan hadiah uang tunai sebesar 500 marka Bosnia atau sekitar 4.325.477 rupiah (kurs 1 Marka Bosnia = 8.650 rupiah) serta pesta pernikahan yang layak.
Imam besar masjid Istiqlal Bosnia, Imam Resul Alic mengatakan bahwa acara ini dilangsungkan dalam rangka mendorong orang-orang Bosnia untuk menikah di usia muda yang selama ini dianggap mahal.
“Pernikahan adalah fondasi kemanusiaan dari beragam masyarakat di dunia. Kita menghadapi sejumlah tantangan di mana saat ini sangat sedikit dari mereka yang melangsungkan pernikahan,” kata Resul Alic.
Seiring dengan masa transisi Bosnia pascaperang, pengangguran di dalam negeri terus menurun. Di sisi lain, angka pernikahan dan kelahiran juga terus menurun di negara Balkan. Alhasil, populasi masyarakat di Bosnia hanya lebih dari 3,5 juta warga dengan setengahnya merupakan Muslim.
Sebelumnya, lebih dari dua dekade, Bosnia berada dalam kondisi perang di mana 100.000 orang meninggal. Bosnia dikenal sebagai negara di Eropa yang mampu menjaga keragaman beragama. Selain Islam, Kristen Ortodoks dan Kristen Katolik dapat hidup berdampingan di masyarakat. [Mohamad Deny Irawan]






















