Banyumas, Gontornews — Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI) meresmikan pembangunan Gedung Aula Pondok Pesantren Roudlotul Tholibin di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (29/12/2026). Total biaya pembangunan fasilitas ini mencapai Rp1.926.000.000.
Kepala Badan Pelaksanan BPKH, Fadlul Imansyah, mengatakan sumber pendanaan program ini berasal dari Nilai Manfaat hasil pengelolaan Dana Abadi Umat atau DAU. Ia menambahkan, DAU dikelola secara produktif dan profesinoal sehingga hasilnya dapat dialokasikan kembali untuk kepentingan umat.
“Penyaluran ini merupakan mandat undang-undang bagi BPKH untuk memastikan dana umat memberikan dampak sosial yang luas, berkelanjutan dan transparan,” kata Fadlul saat menghadiri peresmian Aula di Pesantren Roudlotul Tholibin Banyumas.
“Sektor pendidikan, khususnya pesantren, menjadi prioritas kami karena merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak generasi unggul yang berdaya saing,” sambungnya sebagaimana dilansir laman baznas.go.id.
Ia berharap, pembangunan aula ini dapat mengatasi kendala keterbatasan fasilitas yang seringkali dihadapi oleh banyak pesantren. “Dengan adanya ruang pertemuan yang representatif, aktivitas harian seperti pembelajaran, pengajian, hingga pembinaan karakter santri dapat berlangsung jauh lebih optimal,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Baznas RI, KH Noor Achmad MA mengapresiasi kolaborasi strategis dua lembaga negara tersebut. Menurutnya, sinergi ini memastikan dana abadi umat kembali ke umat dalam bentuk infrastruktur bermanfaat langsung oleh masyarakat.
“Pesantren memiliki peran strategis bagi pembangunan bangsa. Apa yang Baznas dan BPKH lakukan terhadap pengembangan infrastruktur pesantren ini sangat penting dan perlu terus dilakukan secara berkelanjutan. Aula ini investasi sosial jangka panjang bagi umat,” jelasnya.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Roudlotul Tholibin Banyumas, KH Ahmad Wajiz Zamany, mensyukuri keberhasilan proses pembangunan aula di pondoknya. Menurutnya, keberadaan aula ini sangat diperlukan sebagai penunjang kegiatan santri. “Kehadiran gedung aula yang layak sangat membantu kelancaran kegiatan santri. Ini memberikan harapan baru bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan di pesantren,” ucapnya.
Sebagai informasi, Program Kemaslahatan BPKH mencakup tujuh asasi utama: pelayanan ibadah haji, pendidikan dan dakwah, kesehatan, sarana prasarana ibadah, sosial keagamaan, ekonomi umat, serta penanggulangan bencana. Peresmian ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan keuangan haji memberikan kontribusi konkret bagi kemajuan umat di berbagai pelosok daerah.
“Kami berharap gedung ini tidak hanya menjadi simbol fisik, tetapi menjadi pusat kebangkitan ilmu dan dakwah di Banyumas. BPKH akan terus memperkuat sinergi dengan mitra kemaslahatan agar manfaat dari pengelolaan keuangan haji dapat dirasakan merata oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia,” tutup Fadlul. [Mohamad Deny Irawan]





















