10
Tonton Selengkapnya
31 °c
Pecenongan
Thu
Fri
Wednesday, 17 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Budaya Ilmu di Malam Minggu

Oleh Adnin Armas, Pimred Majalah Gontor

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
8 August 2019
in Kolom
0
Budaya Ilmu di Malam Minggu

foto:

Kebanyakan pemuda pemudi, mahasiswa dan mahasiswi, malam Minggu menjadi kesempatan untuk menikmati kesenangan jasmani. Jarang malam Minggu digunakan untuk kesempatan meningkatkan kebahagiaan ruhani. Banyak tempat hiburan, mal, cafe dan tempat kongkow lainnya termasuk di pinggir jalan, penuh dengan pemuda pemudi di malam Minggu. Menghadirkan suasana ilmiah dengan pembahasan yang tinggi dan mendalam secara istiqamah di malam Minggu masih merupakan sesuatu yang jarang dilakukan kalangan akademisi.

Namun, suasana malam Minggu berbeda terjadi di Raja Zarith Sofiah Centre for Advanced Studies on Islam, Science & Civilisation (RZS-CASIS), Universiti Teknologi Malaysia (UTM), Kuala Lumpur. Perbedaan ini terjadi namun masih sebulan sekali. Bagi para pecinta ilmu yang merindukan berulangnya kejayaan Islam masa lalu agar bisa kembali berulang di masa sekarang, sangat disarankan untuk bisa menyimak Kuliah Umum yang disampaikan Prof Dr Wan Mohd Nor Wan Daud, intelektual sekaligus pejuang terkemuka gagasan Islamisasi Ilmu Pengetahuan Kontemporer. Prof. Wan memberi Kuliah Umum Sabtu Malam sebulan sekali. Kuliah Umum ini (Saturday Night Lecture) diselenggarakan oleh RZS-CASIS, Universiti Teknologi Malaysia (UTM), Kuala Lumpur.

Di dalam Kuliah Terbuka ini, Prof Wan menyampaikan pemikiran dalam bukunya berjudul The Educational Philosophy of Syed Muhammad Naquib al-Attas (Kuala Lumpur: ISTAC, 1998). Buku yang telah terbit sekitar 21 tahun yang lalu ini memaparkan berbagai persoalan keilmuan yang penting seperti bahaya konsep keilmuan yang rusak, mengingatkan bahaya keilmuan yang telah mengenyampingkan Wahyu sebagai sumber ilmu dan fenomena sekularisasi dan dikotomisasi ilmu yang terstruktur, sistemik dan massif yang membawa kerusakan besar kepada kehidupan manusia dan beberapa persoalan penting lainnya. Buku ini bukan hanya merupakan pemikiran tapi sekaligus juga pengalaman hidup Prof Wan dalam memperjuangkan konsep Islamisasi Ilmu Pengetahuan Kontemporer dalam aktivitasnya sebagai akademisi terkemuka.

Eksplorasi Prof Wan terhadap gagasan Gurunya sekaligus Sahabat karibnya, yaitu Prof Dr Syed Muhammad Naquib al-Attas, pendiri ISTAC (International Institute of Islamic Thought and Civilization), tentang Islamisasi Ilmu Pengetahuan Kontemporer telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh para muridnya di ISTAC, yaitu Dr Hamid Fahmi Zarkasyi, Dr Arifin Ismail dan Dr Iskandar Arnel. Elaborasi Prof Wan tentu saja diperkaya terutama dengan pengalaman hidupnya sebagai Wakil Direktur ISTAC, yang dahulu Direkturnya adalah Prof al-Attas. Tentu banyak pengalaman Prof Wan lainnya, selama memperjuangkan gagasan Islamisasi Ilmu Pengetahuan Kontemporer, yang perlu untuk diketahui para pecinta ilmu.

BACA JUGA

Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

Berani untuk Bebas

Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

Struktur dan Kultur

Kuliah Sabtu Malam Prof Wan merupakan salah satu bentuk budaya ilmu. Kuliah Sabtu Malam ini melanjutkan budaya keilmuan yang telah dilakukan Prof al-Attas sejak 30 tahun lalu. Prof al-Attas mengadakan kuliah terbuka setiap Sabtu Malam sekitar awal tahun 1990-an. Para dosen dari mancanegara di ISTAC dan dari beberapa kampus datang menghadiri kuliah terbuka tersebut. Selain mahasiswa ISTAC, pecinta ilmu dari beberapa kampus juga menyimak kuliah itu. Penulis yang saat itu masih belajar di International Islamic University Malaysia (IIUM), sangat bersyukur karena biarpun masih belum menjadi mahasiswa di ISTAC, namun secara rutin setiap Sabtu Malam menghadiri Kuliah Umum Prof al-Attas.

Tahun 1994, penulis yang saat itu mengambil jurusan filsafat di IIUM, bersama beberapa mahasiswa IIUM lainnya menghadiri secara rutin Kuliah Umum Sabtu Malam itu. Secara mendalam, Prof al-Attas memaparkan berbagai persoalan keilmuan yang penting bagi para pecinta ilmu seperti ideologi sekular yang telah menceraikan ilmu dari Wahyu sehingga mengakibatkan persoalan ontologis, epistemologis dan aksiologis kepada ilmu pengetahuan. Prof Wan selalu menemani Prof al-Attas (suhbatu ustadzin) dengan menjadi moderator selama belasan tahun pada setiap acara Sabtu Malam itu. Dalam konteks keilmuan Islam, keberkahan dan berbagai aspek yang lebih mendalam, ada pada kedekatan. Dalam konteks tasawuf disebut irfan. Bukan sekedar mengetahui, tapi ada pengalaman, kedekatan, keberkahan, unsur-unsur ruhani, yang tersampaikan dalam kedekatan dengan guru.

Kuliah terbuka Prof al-Attas dimulai jam 9.00 malam tepat dan berakhir jam 11.00 malam. Setelah acara diskusi selesai, refreshment dihidangkan. Kue karipap dan lainnya beserta teh/kopi hangat tersedia. Prof al-Attas juga menyempatkan diri untuk duduk bersama para pecinta ilmu melanjutkan diskusi informal, sembari menikmati kopi dan kue. Terkadang penulis ikut duduk mendengarkan dan menyimak pertanyaan peserta dalam diskusi itu. Setelah diskusi informal, suasana akan berakhir sekitar jam 12 malam. Di Malaysia, jika sudah jam 12 malam, transportasi publik hanya tinggal taksi. Ongkos taksi di tengah malam naik 50 persen. Kami rutin berjalan kaki menuju asrama mahasiswa di Bangsar yang berjarak sekitar 5 km. Setiap Sabtu Malam, kami berjalan kaki sekitar 1 jam untuk pulang ke asrama sambil diskusi. Kami menyebut seperti di Zaman Aristoteles, belajar juga dilakukan sambil berjalan kaki (peripatetik/al-mashaiyyun, yang artinya orang-orang yang berjalan kaki).

Namun, sekitar tahun 2001, otonomi ISTAC dicabut akibat persoalan politik di Malaysia saat itu. Akibatnya, budaya Kuliah Umum Sabtu Malam Prof al-Attas berakhir. Padahal, budaya Kuliah Umum Sabtu Malam, merupakan wadah terbuka, bermanfaat bagi semua pecinta ilmu. Mereka bisa hadir tanpa harus menjadi mahasiswa di institusi khusus.

Terinspirasi budaya ilmu Sabtu Malam oleh Prof Al-Attas di ISTAC, INSISTS (Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations) yang didirikan oleh para mahasiswa yang pernah belajar di ISTAC, mengadakan diskusi Sabtuan di Jakarta sejak tahun 2006. Diskusi Sabtuan INSISTS sebelumnya digelar di Malaysia. Belasan tahun telah berlalu, INSISTS hingga kini masih mengadakan Diskusi Sabtu. Beberapa tahun terakhir ini, Diskusi INSISTS dibuat menjadi Diskusi Dwi-Pekanan. Diskusi Sabtuan atau Dwi-Pekanan dilakukan di siang hari.

Saat ini, Prof al-Attas sudah berusia 88 tahun sehingga tidak memungkinkan mengisi Kuliah Umum secara rutin. Apalagi ISTAC yang didirikan oleh Prof al-Attas juga sudah tidak ada lagi. Namun, bagi yang merindukan pemikiran Prof Al-Attas, bagi yang tertarik dan yang sudah membaca buku Prof Wan, bagi yang tertarik memperjuangkan gagasan Islamisasi Ilmu Pengetahuan Kontemporer, maka Kuliah Umum Prof Wan di RZS-CASIS, UTM Kuala Lumpur, bagaikan air yang menghilangkan dahaga di gurun. Para pencari ilmu perlu menempuh perjalanan panjang untuk mencari ilmu. Dalam tradisi keilmuan Islam, dalam rihlah ilmiyah, tidak ada pencari ilmu yang tidak keluar jauh untuk mencari ilmu. Kuliah Umum Prof Wan akan ada lagi pada Hari Sabtu tanggal 24 Agustus, 28 September, 19 Oktober, 30 November dan 14 Desember 2019. Kuliah Umum ini gratis. Para pecinta ilmu di Indonesia khususnya, mungkin Anda ingin melakukan rihlah ilmiyah, maka Sabtu Malam, kajian terbuka Prof Wan, bisa menjadi salah satu tujuan Anda. Semoga Allah memudahkan semua urusan kita, termasuk melakukan rihlah ilmiyah. Silakan merujuk ke (facebook.com/CASIS.UTM atau [email protected] atau www.utm.my/casis). []

Tags: KuliahSabtu Malam
Share112Tweet70Send
Previous Post

Waktu Ibadah dalam Islam Bersifat Lokal

Next Post

Ralali.com dan BAZNAS Berdayakan Peternak Desa Lewat Kurban Digital

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang Hadirkan Trainer Nasional 

Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang Hadirkan Trainer Nasional 

13 June 2026
Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang: Ketua Yayasan Tekankan “Semangat Diri” dan Kekuatan Ruhiah dalam Belajar

Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang: Ketua Yayasan Tekankan “Semangat Diri” dan Kekuatan Ruhiah dalam Belajar

15 June 2026
Pandemi Covid-19 Sebabkan Defisit Masa Belajar Siswa

Berani untuk Bebas

11 June 2026
Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

30 August 2021
Bekali Karakter dan Visi Hidup, SDIT Insantama Leuwiliang Gelar “Pesantren Wisuda”

Bekali Karakter dan Visi Hidup, SDIT Insantama Leuwiliang Gelar “Pesantren Wisuda”

14 June 2026
Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

0
Pembekalan Wawasan Hukum dan Melek Media Sosial bagi Santri Kelas 5 dan 6 Gontor Magelang

Pembekalan Wawasan Hukum dan Melek Media Sosial bagi Santri Kelas 5 dan 6 Gontor Magelang

0
Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

0
Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

0
Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

0
Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

17 June 2026
Pembekalan Wawasan Hukum dan Melek Media Sosial bagi Santri Kelas 5 dan 6 Gontor Magelang

Pembekalan Wawasan Hukum dan Melek Media Sosial bagi Santri Kelas 5 dan 6 Gontor Magelang

17 June 2026
Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

17 June 2026
Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

16 June 2026
Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

16 June 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result