Jakarta, Gontornews — Menjalani kehidupan memang tidak mudah. Apalagi dengan situasi-situasi yang mendukung ketidakyakinan diri, misalnya merasa adanya stagnansi dalam kehidupan profesional dan kemunduran karena menghadapi bencana pribadi atau dari lingkungan sekitar.
Usaha kita dalam meraih kehidupan yang lebih baik tentu bisa saja terasa begitu sulit untuk dilakukan. Karena tidak mudahnya jalan hidup inilah, banyak di antara kita yang menjalani hidup dengan cara yang salah atau membuat keputusan instan dengan cara-cara yang kurang baik.
Perihal tersebut bisa terjadi salah satunya akibat kurang membaca buku motivasi penambah semangat hidup. Padahal, banyak sekali manfaat dari membaca buku motivasi sebagai penambah motivasi hidup, di antaranya menambah wawasan, membangkitkan inspirasi, menambah semangat untuk belajar dan belajar lagi, serta stabil menjaga mood dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Dalam launching bedah buku ini Sabtu (11/12), kepada Gontornews.com disebutkan bahwa buku, Secangkir Kopi Inspirasi, ditulis sebagai upaya untuk membangkitkan minat baca masyarakat Indonesia melalui rangkaian tulisan motivasi dan pengembangan diri dalam bentuk bab-bab pendeknya. Selain itu, kisah-kisah motivasi di dalam buku ini dapat diaplikasikan langsung dalam kehidupan sehari-hari.
Secangkir Kopi Inspirasi juga berisi berbagai ide inspirasi hasil buah pikiran Muhammad Irsan, seorang self-improvement trainer, strategic-project leader, dan profesional di bidang jasa keuangan dan pemasaran berpengalaman selama dua puluh tahun. Berbagai pengalaman hidup dan praktik kerjanya dituangkan ke dalam buku ini.
Dengan membaca buku ini, berbagai tulisan motivasi dan pengembangan diri, Secangkir Kopi Inspirasi, dapat menjadi stimulus dalam mendorong diri kita untuk melakukan perubahan pola pikir dan keseharian diri ke arah yang lebih baik. Dimulai dari perubahan sederhana dan kecil namun konsisten, niscaya kita dapat mewujudkan perubahan besar yang diinginkan dan meraih kehidupan yang lebih baik dalam melewati masa-masa luar biasa ini. <Edithya Miranti>





















