Beijing, Gontornews — Pemerintah Cina berencana untuk mereformasi sistem pencegahan dan pengendalian penyakit untuk mengatasi kelemahan akibat wabah COVID-19. Cina sendiri tengah mengalami kritikan dari dalam negeri maupun luar negeri menyusul lambatnya reaksi terhadap epidemi virus korona di Wuhan.
Sebagaimana diketahui, virus ini telah menyebar ke seluruh dunia, menginfeksi hampir 4 juta orang dan membunuh hampir seperempat juta pasien.
“Epidemi virus korona merupakan ujian besar bagi tata kelola dan kemampuan pemerintahan negara kita. Itu juga memperlihatkan lemahnya cara kita dalam menanganani epidemi serta sistem kesehatan masyarakat kita,” kata Li Bin, Wakil Menteri Komisi Kesehatan Nasional Cina kepada Reuters.
Lebih lanjut, komite kesehatan akan membangun rantai komando dan reformasi yang terpusat dan efisien. Mereka juga berencana memodernisasi sistem pencegahan dan pengendalian penyakit.
Mereka juga berencana memanfaatkan big data, meningkatkan penelitian tentang teknologi inti, meningkatkan asuransi kesehatan dan memastikan ketersediaan bahan darurat.
Sejak merebak pada awal tahun lalu, Cina akhirnya melaporkan nir kematian akibat COVID-19 dalam 24 jam terakhir. Sejauh ini, John Hopkins University melaporkan 83.976 kasus COVID-19 dengan 4.637 kematian di Cina. [Mohamad Deny Irawan]




















