Dubai, Gontornews – Uni Emirat Arab (UEA) telah menangguhkan semua penerbangan masuk dari Kenya, Tanzania, Ethiopia dan Nigeria karena kekhawatiran COVID-19, kantor berita negara WAM melaporkan dirilis Arabnews.com.
Keputusan itu juga melarang pelancong yang berada di empat negara 14 hari sebelum kedatangan mereka di UEA.
“Maskapai penerbangan akan terus mengangkut penumpang dari UEA ke negara yang sama,” kata laporan itu.
Larangan ini tidak berlaku bagi warga negara UEA, anggota misi diplomatik, dan pemegang tempat tinggal emas (golden residence holders), meskipun mereka diharuskan untuk menunjukkan hasil tes COVID-19 negatif dalam waktu 48 jam setelah keberangkatan.
Mereka juga diharuskan menjalani tes Rapid-PCR di bandara enam jam sebelum keberangkatan dan tes PCR lainnya di bandara UEA. Mereka juga harus mengisolasi diri selama 10 hari dan menjalani tes hidung pada hari kesembilan mereka di UEA.
Otoritas Penerbangan Sipil Umum (GCAA) mengatakan bahwa mereka yang datang dari empat negara melalui negara lain harus tinggal di negara-negara terakhir setidaknya selama 14 hari sebelum diizinkan memasuki UEA.
“Warga UEA dilarang bepergian ke empat negara Afrika kecuali untuk kasus perawatan darurat negara itu, delegasi resmi, dan beasiswa,” tambah laporan itu.
UEA juga memperkenalkan persyaratan perjalanan baru untuk pelancong yang tiba dengan penerbangan langsung dari Uganda dan Ghana.
Penumpang harus menunjukkan tes COVID-19 negatif dalam waktu 48 jam dan mengambil tes Rapid-PCR di bandara dalam waktu enam jam setelah keberangkatan.
Mereka yang transit ke UEA harus menunjukkan tes COVID-19 negatif yang diperoleh dalam waktu 48 jam dan tes Rapid-PCR di bandara titik keberangkatan utama mereka dalam waktu enam jam perjalanan.
Mereka juga diharuskan mengikuti tes Rapid PCR di bandara transit sebelum diizinkan masuk ke UEA.[]





















