London, Gontornews — Para demonstran dari segala usia dan kebangsaan telah berkumpul di pusat kota London untuk menyerukan diakhirinya pembunuhan orang-orang Palestina oleh pasukan Israel.
Sabtu (7/4), sekitar 2.000 orang berdiri di luar Downing Street, tempat kediaman resmi Perdana Menteri Theresa May, sambil meneriakkan slogan-slogan seperti “Bebas, Bebaskan Palestina” dan memegang spanduk bertuliskan “Hentikan Kejahatan Perang Israel di Gaza” dan “Gaza, Hentikan Pembantaian”.
Protes itu terjadi sehari setelah pasukan Israel menewaskan sedikitnya sembilan orang, termasuk wartawan Yaser Murtaja, saat demonstrasi di sepanjang perbatasan Gaza.
Sebanyak 31 orang Palestina telah ditembak mati di daerah kantong yang dikepung sejak dimulainya protes damai pada 30 Maret, ketika puluhan ribu orang turun ke daerah perbatasan dengan Israel untuk menuntut hak kembali bagi para pengungsi Palestina.
Pawai di ibukota Inggris itu diselenggarakan oleh Friends of Al-Aqsa, Kampanye Solidaritas Palestina, Forum Palestina di Inggris, dan kelompok Hentikan Perang.
Acara serupa diadakan di kota-kota Inggris lainnya seperti Manchester, Bristol dan Sheffield.
Di antara para demonstran di London adalah orang Yahudi yang tidak menyebut dirinya dengan Zionisme, gerakan politik yang mengklaim hak Yahudi untuk sebuah negara merdeka.
“Israel adalah negara teroris. Secara etnis membersihkan penduduk asli Palestina. Negara kami [Inggris] salah memberikan negara kepada orang-orang berdasarkan agama mereka melalui Deklarasi Balfour,” kata demonstran Joana Mazouzi seperti dikutip Aljazeera.[Rusdiono Mukri]



















