Jakarta, Gontornews — Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKsPPI) secara resmi telah terbentuk pengurusnya dalam acara peresmian pengurus di Aula Dewan Dakwah Islam Indonesia, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (12/4).
Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Prof Dr Din Syamsuddin hadir dalam acara yang menurutnya penting ini. Ia mengaku diundang langsung oleh Ketua Umum BKsPPI, Prof Didin Hafidhuddin untuk memberikan tausiyah.
“Saya mengucapkan selamat, menyampaikan tahniah kepada pengurus besar BKsPPI yang baru, dan tentu kita semua berharap kepengurusan yang baru ini dapat melaksanakan tugas dan amanah dengan lebih baik,” ucap Prof Din Syamsuddin mengawali sambutannya.
Din menyampaikan, pendidikan dan lembaga pesantren umumnya mempunyai peran penting dalam melahirkan generasi khairu ummah (umat terbaik).
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini juga menjelaskan banyak hal terkait ilmu pengetahuan. Baginya, fungsi ilmu pengetahuan sangatlah vital, sentral dan strategis bagi pembangunan dan kebangkitan peradaban Islam.
Namun sayang, dalam dunia literasi ilmiah, sumbangan umat Islam sangat kecil. “Sumbangan Islam kepada literasi ilmiah baru 1,17 persen, menunjukkan tingkat yang sangat rendah,” terangnya.
Karenanya Din mendorong kepada BKsPPI agar meningkatkan kualitas keilmuan, pengetahuan dan teknologi di seluruh pesantren yang tergabung dalam ikatan tersebut.
“Jangan tinggalkan watak pesantren, pendidikan nilai, bagaimana menanamkan nilai (Islam) untuk menjadi watak yang melekat atau karakter pada setiap pribadi Muslim, khususnya anak pesantren,” himbaunya.
Jadi, harus seimbang antara ilmu fardhu kifayah seseorang dalam masalah ilmu pengetahuan dan teknologi dengan ilmu fardhu ‘ain (kewajiban-kewajiban) yang harus dilakukan dalam syariat Islam.[Fathurroji/Rus]





















