pesanan-baju-kaos
28 °c
Pecenongan
Sat
Sun
Friday, 2 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Inpirasi Jejak

Diponegoro Ulama Bangsawan Penggerak Perang Jawa Melawan Penjajah

Fathur Roji by Fathur Roji
9 April 2022
in Jejak
0
Diponegoro Ulama Bangsawan Penggerak Perang Jawa Melawan Penjajah

Jakarta, Gontornews — Pangeran Diponegoro atau Bendara Pengeran Harya Dipanegara, adalah salah satu tokoh yang menjadi pahlawan nasional Indonesia. Ia dikenang berkat jasa dan kegigihannya berperang  melawan pemerintah Hindia-Belanda pada tahun 1825 – 1830.

Sejarah mencatat bahwa perang Diponegoro atau perang Jawa merupakan pertempuran dengan korban paling besar dalam sejarah Indonesia. Sebanyak 8.000 orang Belanda, orang pribumi di pihak Belanda 7.000 jiwa. Sementara pengikut Diponegoro 200.000 orang.

Data ini menunjukkan, dahsyatnya Perang Diponegoro dan besarnya dukungan rakyat terhadapnya. Oleh bangsa Indonesia, Pangeran Diponegoro yang dikenal dengan sorban dan jubahnya, kemudian diakui sebagai salah satu Pahlawan Nasional, yang sangat besar jasanya bagi bangsa Indonesia.

Pangeran Diponegoro lahir pada 11 November 1785 di Yogyakarta. Ia adalah putra pertama dari Hamengkubuwana III, yang pada saat itu menjabat sebagai raja ketiga di Kesultanan Yogyakarta. Sedangkan, ibunya bernama R.A. Mangkarawati dari Pacitan.

BACA JUGA

KH Ahmad Sahal, Sosok Pendidik yang Sederhana

KH Ali Maksum: Mencerdaskan Bangsa Melalui Pesantren Krapyak

KH Bisri Syansuri, Perintis Pesantren Putri di Indonesia

Ahli Tafsir Alumni Gontor, Prof Roem Rowi Wafat, Ini Kiprah Semasa Hidupnya!

Machmud Singgirei Rumagesan Pahlawan Muslim dari Tanah Papua

Pangeran Diponegoro memiliki nama asli Bendara Raden Mas Antowirya. Kendati anak seorang raja, tak membuat Pangeran Diponegoro haus kekuasaan atau jabatan. Semasa hidupnya, ia pernah menolak tawaran Sultan Hamengkubuwana III yang hendak mendaulatnya sebagai raja di Kesultanan Yogyakarta. Salah satu alasannya menolak tawaran tersebut adalah karena ia menyadari ibunya bukanlah permaisuri (istri raja yang pertama) melainkan selir.

Darah biru tak membuat Pangeran Diponegoro menggandrungi gaya hidup bermewah-mewahan. Ia lebih suka pada kehidupan yang sederhana dan merakyat. Alih-alih hidup di lingkungan keraton, ia memutuskan untuk tinggal di Tegalrejo, yang merupakan rumah dari eyang buyut putrinya, permaisuri dari Sultan Hamengkubuwana I, Gusti Kangjeng Ratu Tegalrejo.

Cikal bakal Pangeran Diponegoro memimpin perang melawan pasukan Hindia Belanda berawal ketika Sultan Hamengku Buwono IV meninggal. Ketika itu, anak Hamengku Buwono IV, yang masih berusia tiga tahun, dikukuhkan sebagai raja meneruskan tahta ayahnya.

Karena usianya yang masih balita, segala urusan yang berkaitan dengan tata pemerintahan, dilaksanakan oleh Patih Danurejo. Patih ini dikenal mudah dipengaruhi dan tunduk pada pemerintahan Hindia-Belanda.

Pada Mei 1825, pemerintah Hindia-Belanda, yang hendak melakukan pembangunan jalan dari Yogyakarta ke Magelang melewati Muntilan, mengubah rencananya. Jalur pembangunan jalan tersebut dialihkan melintas Tegalrejo, yang notabene merupakan daerah tinggal Pangeran Diponegoro.

Kegeraman Pangeran Diponogero kepada Hindia-Belanda bermula ketika pemerintahan kolonial tersebut memancang atau mematok tanah pemakaman leluhurnya untuk dijadikan jalan. Belakangan Pangeran Diponegoro mengganti pemancang-pemancang tanah tersebut dengan tombak.

Karena tindakannya tersebut, pemerintah Hindia-Belanda menganggap Pangeran Diponegoro telah membangkang dan memberontak. Akhirnya, pasukan Hindia-Belanda menyambangi Tegalrejo dan mengepung kediaman Pangeran Diponegoro. Namun, Pangeran Diponegoro berhasil dilarikan dan diselamatkan oleh para pengikutnya, kemudian tinggal sementara di Desa Dekso di Kulonprogo.

Dalam pelariannya Pangeran Diponegoro menemukan sebuah gua, yakni Gua Selarong, yang lokasinya berada di Dusun Kentolan Lor, Guwosari Pajangan Bantul. Pangeran Diponegoro akhirnya menjadikan gua tersebut untuk menghimpun dan membentuk basis kekuatan.

Dalam perjuangannya melawan pasukan kolonial Hindia-Belanda, Pangeran Diponegoro mendapat dukungan penuh dari rakyat, kalangan ulama, serta kaum bangsawan. Adapun ulama-ulama yang mendukung dan turut berjuang dengannya antara lain Kiai Mojo, Haji Mustopo, Haji Badaruddin, dan Alibasaha Sentot Prawirodirjo.

Selain Pangeran Diponegoro, tokoh yang selalu membangkitkan semangat dan keberanian para pejuang adalah Kiai Mojo. Ia selalu menegaskan, perang Diponegoro atau perang Jawa adalah jihad yang harus dilakukan semua umat Islam. Tujuannya tak lain untuk melawan penderitaan serta kesengsaraan yang diakibatkan kesewenang-wenangan dan kelaliman pemerintahan Hindia-Belanda.

Pada awal peperangan, yakni pada 1825 – 1826, pasukan Pangeran Diponegoro meraih cukup banyak kemenangan. Ia berhasil melumpuhkan basis kekuatan pasukan kolonial di Pacitan dan Purwodadi, kemudian menguasainya.

Peperangan melawan pasukan kolonial pun menjalar ke daerah-daerah lainnya mencakup Banyumas, Pekalongan, Semarang, Rembang, Madiun, dan lain-lain. Namun, pasukan Pangeran Diponegoro selalu memenangkan strategi peperangan. Karena kepiawaiannya, memenangkan perang melawan pasukan kolonial, rakyat menyematkan gelar Sultan Abdulhamid Cokro Amirulmukminin Sayidin Panotogomo Kalifatullah Tanah Jowo.

Adalah Jenderal De Kock yang berhasil melumpuhkan perjuangan Pangeran Diponegoro. Setelah para pejuang dan pengikutnya berhasil ditangkap dan diasingkan oleh De Kock, Pangeran Diponegoro akhirnya menerima tawaran perundingan yang ditawarkan pemerintah kolonial pada Maret 1830 karena kondisinya yang semakin terimpit. Namun, perundingan hanyalah siasat untuk menjebak dan menangkapnya.

Pangeran Diponegoro pun ditangkap, kemudian dikirim ke Batavia. Pada April 1830, ia bersama istri dan beberapa pengikutnya akhirnya diasingkan ke Manado, Sulawesi Utara. Ia pun sempat ditawan ke benteng Amsterdam, lalu dipindahkan kembali ke benteng Rotterdam di Makasar, Sulawesi Selatan. Pada Januari 1855, Pangeran Diponegoro pun wafat dalam pembuangan.

Kendati berhasil dilenyapkan, pemerintah Hindia-Belanda menelan kerugian telak akibat peperangan melawan Pangeran Diponegoro. Diperkirakan pemerintah Hindia-Belanda harus menggelontorkan sekitar 20 ribu gulden untuk membiayai perang ini.

Dengan seluruh angka tersebut, perang Diponegoro atau perang Jawa yang terjadi dalam rentang 1825-1830, menjadi peperangan paling besar dan sengit dalam sejarah. Dan berkat kegigihan dan jasanya dalam melawan pemerintahan kolonial, Pangeran Diponegoro didaulat sebagai salah satu pahlawan nasional Indonesia. [fath]

 

 

Tags: diponegoro
Share38Tweet24Send
Previous Post

Kiat Menjadi Santri ‘Ampuh’ Bersama Awaluddin Faj

Next Post

Mengulik Ragam Wisata di Kawasan Sukoharjo

Fathur Roji

Fathur Roji

Jurnalis, Web Content, Penulis Buku Biografi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

27 September 2026
100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

25 September 2026
Sosiologi Ketahanan Gontor

Pengalaman Gontor Mendidik Santri Terampil Komunikasi

29 September 2026
Dari PPM Darel Azhar Banten untuk Dunia

Dari PPM Darel Azhar Banten untuk Dunia

27 September 2026
Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

28 September 2026
Catatan Penting dari Pengukuhan Prof Akhmad Affandi Mahfudz sebagai Guru Besar UNIDA Gontor

Catatan Penting dari Pengukuhan Prof Akhmad Affandi Mahfudz sebagai Guru Besar UNIDA Gontor

0
Sosiologi Ketahanan Gontor

Pengalaman Gontor Mendidik Santri Terampil Komunikasi

0
Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

0
Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

0
Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

0
Catatan Penting dari Pengukuhan Prof Akhmad Affandi Mahfudz sebagai Guru Besar UNIDA Gontor

Catatan Penting dari Pengukuhan Prof Akhmad Affandi Mahfudz sebagai Guru Besar UNIDA Gontor

1 October 2026
Sosiologi Ketahanan Gontor

Pengalaman Gontor Mendidik Santri Terampil Komunikasi

29 September 2026
Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

29 September 2026
Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

29 September 2026
Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

28 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result