Depok, Gontornews – Pesantren Modern Primago yang berlokasi di Kota Depok, Jawa Barat, sebagai Pesantren Persiapan Masuk Gontor dan Lembaga Pendidikan Tingkat SDI dan SMPI, kembali menggelar kegiatan Ramadhan Camp bagi Calon Pelajar yang ingin masuk ke Pondok Modern Darussalam Gontor.
Ramadhan Camp yang digelar hari Kamis (7/4) pukul 20.30 – 22.15 WIB itu diisi dengan training motivasi bersama Ustadz Awaluddin Faj, M.Pd.I, yang merupakan alumni Gontor 2006, penulis buku “Jurus Ampuh Menjadi Santri” dan “Kenapa Anak Zaman Now Harus ke Pesantren”.
Ustadz Awaluddin Faj mengatakan, “Sebagai seorang santri, sangat wajar pada awal kita masuk pesantren merasakan yang namanya tidak betah. Maka dari itu seorang santri harus mempunyai tujuan, impian dan target sehingga bila hal itu belum tercapai, pantang pulang dan menyerah.”
Kata “Santri” banyak dikaitkan dengan penyebutan kaum yang mendalami agama (tafaqquh fi ad-diin) di pondok pesantren, dengan harapan setelah pulang dari pesantren mampu mengamalkan ilmu di mana pun berpijak, mampu berdakwah, mampu menyiarkan agama Allah dan keteladanan. “Ia akan berpegang teguh pada Al-Qur’an dan mengikuti sunnah Rasul SAW dan teguh pendirian,” paparnya.
Menurut Ustadz Awaluddin, santri dan pesantren merupakan dua kata yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia. “Maka dari itu kita harus mampu menjadi mundzirul qaum, harus bisa menjadi santri ampuh. Apa itu santri AMPUH?”
Pertama A, Ambil Kesempatan. Tidak semua orang mendapatkan kesempatan dan peluang menjadi santri. “Bila kita ditakdirkan menjadi santri, kita harus bersyukur dan termasuk orang beruntung, maka jangan pernah sia-siakan kesempatan itu,” ujarnya.
Kedua M, Mantapkan Niat. “Menjadi santri harus mempunyai niat yang kuat, mempunyai tujuan, mempunyai impian, jangan pernah menyerah walaupun tak bisa, tapi teruslah berusaha agar kamu menjadi bisa.”
Ketiga P, Pelajari Keterampilan. Banyak sekali keterampilan yang ada di pesantren. “Pesantren merupakan gudangnya ekstrakurikuler dan keterampilan, maka kita harus mampu mengasah minat dan bakat kita selama menjadi santri agar kita bisa menjadi santri yang terampil,” terang Ustadz Awaluddin.
Keempat U, Usaha Maksimal. “Bersungguh-sungguh dan totalitaslah dalam segala hal ketika menjadi santri, sebab ini yang akan membentuk kepribadian kita. Menjadi ketua kamar totalitas, menjadi ketua kelas totalitas, dalam kegiatan totalitas, belajar totalitas, bahkan dalam beribadah pun harus totalitas,” paparnya.
Kelima H, Hidup Kerjasama. Di pesantren, ukhuwan menjadi prioritas. “Ketika kita mampu hidup kerjasama dengan siapa pun maka kita akan betah dan mampu bertahan, bahkan tidak akan terasa, waktu akan begitu cepat, karena kita beraktivitas banyak dan banyak teman,” ungkap mahasiswa program doktoral UIKA Bogor itu.
Di akhir sesi Ustadz Awaluddin memberikan motivasi akan impian orang tua memondokkan anaknya ke pesantren. Kegiatan Ramadhan Camp diakhiri dengan doa bersama.[]





















