Tripoli, Gontornews — Dewan Keamanan PBB menyerukan agar digelar genjatan senjatadi Libya. DK PBB juga mengutuk keras serangan yang terjadi di Pusat penahan Imigrasi beberapa hari lalu.
Dalam sebuah pernyataan yang dikutip Aljazeera, Jumat (5/7) kemarin, Badan Internasional yang beranggotakan 15 negara itu meminta agar seluruh pihak yang terlibat dalam konflik di Libya untuk sepakat melakukan genjatan senjata.
“Para anggota Dewan Keamanan menekankan perlunya semua pihak untuk segera mengeskalasi situasi dan berkomitmen untuk gencatan senjata,” katanya dalam pernyataan bersama tersebut.
Pernyataan itu juga mengatakan, Perdamaian dan stabilitas abadi di Libya hanya akan datang melalui solusi politik. Untuk itu, diperlukan oleh semua pihak segera kembali ke pembicaraan politik yang dimediasi-PBB.
Badan terkuat di PBB itu juga meminta dalam pernyataannya, kepada negara-negara lain untuk tidak ikut campur atau memperburuk konflik di Libya, yang telah dihancurkan oleh kekacauan sejak penggulingan pemimpin Muammar Gaddafi yang didukung NATO 2011 lalu.
Pernyataan pers DK PBB itu adalah yang pertama disetujui oleh semua anggota dan dibuat saat pemimpin Tentara Nasional Libya, Khalifa Haftar, melancarkan serangan pada awal April lalu untuk merebut ibukota dari pasukan GNA yang loyal kepada Pemerintah Kesepakatan Nasional yang diakui PBB itu.
Selain itu, Pernyataan juga dipicu oleh serangan yang terjadi pada Selasa malam di pusat penahanan di Tajoura yang telah menewaskan 53 orang dan melukai lebih dari 130 lainnya.
Organisasi Internasional untuk Migrasi juga mengatakan dalam serangan tersebut juga telah menewaskan enam anak-anak.
DK PBB telah berupaya untuk menyatukan cara menangani kekerasan baru di Libya, Tak lama setelah Haftar memulai ofensifnya.
Sementara itu, AS dan Rusia mengatakan bahwa keduanya tidak dapat mendukung resolusi yang akan menyerukan gencatan senjata di Libya.[Devi Lusianawati]






















