pesanan-majalah-edisi-khusus
27 °c
Pecenongan
Tue
Wed
Tuesday, 4 August, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home News Nasional

Jangan Dengarkan Darmono!

Oleh Ahmad Sastra, Cendekiawan Muslim

M Khaerul Muttaqien by M Khaerul Muttaqien
6 July 2019
in Nasional
0
Menakar Masa Depan Politik Identitas

Tersebar kabar di sosial media, seorang pengusaha bernama Setyono Djuandi Darmono atau lebih dikenal dengan panggilan S.D. Darmono menyarankan kepada presiden Jokowi untuk meniadakan pendidikan agama di sekolah (@geloranews, 4 Juli 2019).

Sebelum lebih jauh diskusi, alangkah baiknya jiwa Darmono membaca kembali narasi tujuan pendidikan nasional yang termaktub dalam UU Nomor 20 tahun 2003 yang salah satu intinya adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia.

Bagi Darmono agama tidak perlu diajarkan di sekolah, cukup diajarkan orang tua masing-masing atau lewat guru agama di luar sekolah. β€œ Mengapa agama sering kali menjadi alat politik ?. Karena agama dimasukkan dalam kurikulum pendidikan. Di sekolah, siswa dibedakan ketika menerima mata pelajaran (mapel) agama. Akhirnya mereka merasa kalau mereka itu berbeda”, kata Darmono usai bedah bukunya yang ke – 6 berjudul Bringing Civilization Together di Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Darmono melanjutkan pendapatnya bahwa jika agama dijadikan sebagai identitas, maka akan memicu radikalisme. Ketika bangsa Indonesia hancur karena radikalisme, belum tentu negara tetangga yang seagama bisa menerima. β€œKita harus jaga bangsa ini dari politik identitas (agama). Kalau negara ini hancur yang rugi kita sendiri. Memangnya kalau kita pindah ke negara lain yang seagama, kita bisa diterima, kan tidak. Makanya rawatlah negara ini dengan nilai-nilai budaya, bukan agama”.

BACA JUGA

BAZNAS Strategic Development Perkuat Kapasitas Pimpinan di Banten

Gagas Revitalisasi Rumah Tahfizh, Peserta Beasiswa BAZNAS Raih Juara Tingkat Nasional

BAZNAS Hadirkan Balai Ternak Kambing Perah di Wonogiri, Perkuat Ekonomi Peternak Mustahik

Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

BAZNAS Dirikan Masjid Darurat untuk Warga Terdampak Gempa di Palu

Pasca pernyataan kontroversial Darmono, banyak muncul penolakan dari berbagai kalangan. Fraksi PKS di DPR menolak wacana penghapusan pendidikan agama di sekolah. Ketua fraksi PKS di DPR, Jazuli Juwaini mengatakan wacana tersebut bentuk sekulerisasi yang bertentangan dengan pancasila.

β€œ Ini ide sekulerisasi yang menjauhkan generasi bangsa dari nilai-nilai agama. Wavana ini juga bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945 dan tujuan pendidikan Nasional”, kata Jazuli dalam keterangan resminya, Jumat 5 Juli 2019. Dia heran wacana ini dimunculkan di tengah upaya penguatan pendidikan agama di sekolah. Ia mengkritik keras wacana yang disebut diusulkan chairman jababeka Setyono Djuandi Darmono kepada presiden Joko Widodo.

Padahal menurut Jazuli, DPR sedang memperjuangkan RUU pesanten dan pendidikan keagamaan dalam rangka memperkuat keimanan dan ketaqwaan generasi Indonesia serta memperkuat akhlak mulia. RUU ini ditunggu berbagai ormas keagamaan yang muatannya yang dinilai positif dan konstruktif.
Sebenarnya ungkapan seperti yang disampaikan Darmono (meski tidak sama persis) bukan hal yang baru dalam diskursus ideologi dan intelektual di dunia dan Indonesia. Dahulu ada teori revolusi mental yang digagas Karl Marx muda. Dia waktu itu aktif di perkumpulan pemuda Hegelian yang merupakan kelompok ekstrim kiri anti agama yang beranggotakan para dosen muda dan pemuda ekstrim kiri.

Istilah revolusi mental ini dibuat untuk program cuci otak dalam pengembangan faham Sosialis-komunis dikawasan Eropa yang kapitalis, karena agama yang dogmatis dianggap sebagai penghambat dalam pengembangan ideologi komunis. Istilah revolusi mental juga dipopulerkan oleh pendiri partai komunis china yg bernama Chen Duxiu bersama temannya yang bernama Li Dazhao sebagai doktrin dan cuci otak kepada para buruh dan petani dalam menentang kekaisaran China.

Revolusi mental yang digagas Karl Marx memang berideologi ateis yang anti tuhan dan anti agama. Bagi Marx, syarat utama revolusi mental adalah menjauhkan rakyat dari agamanya. Ditegaskan oleh Marx, bahwa agama adalah candu, Revolusi mental tidak akan pernah berhasil bila rakyat tak dijauhkan dari agama.

Toynbee justru berpendapat sebaliknya, baginya agama ada hubungan erat dengan tegaknya peradaban. Baginya, ada generasi creative minorities yang akan mampu membangkitkan keterpurukan peradaban. Generasi creative minorities ini memiliki karakater memiliki keimanan yang tangguh, ibadah kuat, mencintai ilmu dan bersikap zuhud (tidak cinta dan gila dunia, seperti harta, tahta dan pangkat).

Oleh karena itu, bagi umat Islam khususnya, jangan dengerin Darmono, teruslah memperkuat pendidikan agama Islam di sekolah, rumah dan masyarakat yang selama ini telah dilakukan. Perkuat kembali pendidikan Al Qur’an dari mulai menghafal, memahami hingga menerapkan dalam kehidupan. Mari kita bangun peradaban Indonesia berdasarkan nilai-nilai mulia Al Qur’an.

Islam bukan hanya sebatas agama ritual, melainkan juga ideologi dan peradaban. Islam tidak bersifat sekuleristik yang memisahkan dan menjauhkan agama dari kehidupan. Islam adalah asas pergerakan, perjuangan dan kehidupan. Islam mengajarkan dengan sempurna persoalan ekonomi, budaya, politik, pendidikan dan sosial. Rasulullah, selain sebagai Rasullah, beliau juga merupakan politikus ulung yang memimpin Daulah Madinah.

Aktivitas dakwah dan politik Islam yang dilakukan Rasulullah dalam upaya melenyapkan berbagai sistem batil zaman jahiliyah diperkuat oleh ilmuwan Barat, Michael Hart, β€œ Dia mendirikan negara baru di sisi agama. Di bidang dunia, ia menyatukan kabilah-kabilah di dalam bangsa, menyatukan bangsa-bangsa di dalam umat, meletakkan buat mereka semua asas kehidupan”.

Islam adalah jalan hidup yang tidak hanya berdimensi ritual, Islam juga memiliki dimensi ilmu dan peradaban. Karena itu kemajuan Islam bukan hanya ditimbang dari sisi ritualistik semata, melainkan juga ditimbang sejauh mana Islam memancarkan rahmat bagi kehidupan manusia dan alam semesta. Kemuliaan Islam bukan hanya untuk dirasakan oleh individu tapi untuk seluruh manusia di dunia. Pendidikan dan dakwah adalah pilar peradaban Islam.

Islam mengumumkan dengan jelas akan kesatuan manusia di alam semesta antara seluruh penduduk dan masyarakat. Semua itu dalam satu lembah kebenaran, kebaikan dan kemuliaan. Karena itu Islam telah menaklukkan berbagai macam penduduk, memberikan asas yang mengandung pokok-pokok dasar universal yang menghimpun secara nyata.

Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal (QS Al Hujurat : 13).

Karena itu mengkaitkan agama dengan radikalisme adalah pernyataan ngawur yang sudah basi. Pernyataan ini selalu diulang-ulang oleh kaum pembenci Islam, tujuannya adalah untuk melemahkan semangat kaum muslimin yang tengah mengalami kebangkitan di negeri ini. Istilah radikalisme adalah istilah Barat yang selalu digunakan untuk menyerang Islam. Islam justru merupakan sumber perdamaian, sementara kapitalisme merupakan sumber kesengsaraan dan komunisme sumber pertikaian.

Dalam perspektif historis, pengetahuan dari berbagai bidang keahlian, peradaban ilmiah dengan berbagai macam bentuknya dapat dirasakan oleh penduduk dunia dalam bentuk peradaban Islam. Peradaban Islam punya andil besar dalam membina peradaban kemanusiaan yang manusia dan mulia. Kecintaan muslim kepada agama dan ilmu telah memberikan sumbangsih dalam pergerakan ilmiah, dalam karya-karya mereka bahkan hingga mencapai puncak kecermelangannya. Peradaban Islam hadir dengan memberikan manfaat universal. Melalui gerakan pendidikan dan dakwah inilah pilar-pilar peradaban Islam ditegakkan.

Sejarah tradisi keilmuwan dalam Islam sesungguhnya dimulai dari lahirnya Islam itu sendiri. Rasulullah, sahabat dan para ulama pendahulu telah menancapkan tradisi ilmu. Al Quran mengandung banyak ayat yang menganjurkan umat Islam untuk senantiasa menggali ilmu dengan cara berfikir atau bertafakur. Biasanya Allah menyebut orang-orang beriman yang mau berfikir tentang segala penciptaan Allah dengan istilah Ulil Albab.

Ibnu Sina pernah berkata, ” Jika ada persoalan yang terlalu sulit bagiku, aku pergi ke masjid dan berdoa, memohon kepada Yang Maha Pencipta agar pintu yang telah tertutup bagiku dibukakan dan apa yang tampaknya sulit menjadi sederhana. Biasanya, saat malam tiba, aku kembali ke rumah, menghidupkan lampu dan menenggelamkan diri dalam bacaan dan tulisan”. Hal ini menandaskan bahwa tradisi keilmuwan dan semangat pembelajaran dalam Islam telah lama berlangsung. Semua ini berakar dari nilai dan ajaran agama Islam.

Pemikiran Islam mengatur semua aspek kehidupan manusia, seperti politik, sosial kemasyarakatan, perekonomian, kebudayaan, dan akhlaq. Islam hadir dengan membawa aturan yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan Tuhannya, dengan dirinya sendiri dan dengan orang lain. Aturan yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya tercakup dalam aqidah dan ibadah. Sedangkan aturan yang mengatur hubungan antara manusia dengan dirinya sendiri tercakup dalam hukum-hukum tentang makanan, pakaian, dan akhlaq. Selebihnya adalah aturan yang mengatur hubungan manusia dengan manusia lain, semisal, masalah mu’amalah, β€˜uqubaat, dan politik luar negeri.

Optimisme akan hadirnya kembali kegemilangan peradaban Islam dinyatakan oleh Ahmad Y al- Hasan, “Marilah kita meletakkan skenario hipotesis: jika kekuasaan Islam tidak dilemahkan dan jika ekonomi negara-negara Islam tidak dihancurkan, dan jika stabilitas politik tidak diganggu, dan jika para ilmuwan muslim diberi stabilitas dan kemudahan dalam waktu 500 tahun lagi, apakah mereka akan gagal mencapai apa yang telah dicapai Copernicur, Galileo, kepler dan Newton?. Model-model planetarium Ibn al-Shatir dan astronomer-astronomer muslim yang sekualitas Copernicus dan yang telah mendahului mereka 200 tahun membuktikan bahwa system Heliosentris dapat diproklamirkan oleh saintis muslim, jika komunitas mereka terus eksis dibawah skenario hipotesis ini”.

Oleh sebab itu, sekali lagi jangan dengerin pendapat Darmono. Mari umat Islam Indonesia terus perjuangankan nilai-nilai Islam melalui pendidikan di sekolah, rumah dan masyarakat. Pesantren yang kini berjumlah 29.000 di seluruh Indonesia akan menjadi pilar pendidikan agama Islam secara formal di sekolah. Berbagai lembaga pendidikan non formal seperti Taman Pendidikan Al Qur’an telah tumbuh ratusan ribu di tengah masyarakat. Bahkan di berbagai keluarga muslim juga telah tumbuh kesadaran pendidikan agama Islam.

Fenomena ini akan terus dilanjutkan dan diperkuat hingga menghasilkan generasi yang cerdas dan beradab. Harapannya mereka akan mampu membangun Indonesia yang beradab pula. Negara beradab adalah negara yang berindentitas Islam. Sebab Islam adalah agama sekaligus peradaban yang menebar rahmat bagi seluruh manusia dan alam semesta.

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu (QS Al Baqarah : 208). 201. Dan di antara mereka ada orang yang bendoa: “Ya Tuhan Kami, berilah Kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah Kami dari siksa neraka” (QS Al Baqarah : 201). Dan Tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam (QS Al Anbiyaa : 107).

Tags: AgamaIslamPendidikan
Share148Tweet92Send
Previous Post

DK PBB Serukan Genjatan Senjata di Libya

Next Post

Drone Houthi Berhasil Dicegat di Wilayah Udara Arab Saudi

M Khaerul Muttaqien

M Khaerul Muttaqien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ribuan Santri dan Guru Sukseskan Pagelaran Apel Tahunan Ponpes Al-Amanah Al-Gontory

Ribuan Santri dan Guru Sukseskan Pagelaran Apel Tahunan Ponpes Al-Amanah Al-Gontory

29 July 2026
Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

25 July 2026
Jadi Tuan Rumah Idul Khotmi Nasional ke-234, Pimpinan Al-Amien Prenduan Tekankan Tetap Berdiri di Atas dan untuk Semua Golongan

Jadi Tuan Rumah Idul Khotmi Nasional ke-234, Pimpinan Al-Amien Prenduan Tekankan Tetap Berdiri di Atas dan untuk Semua Golongan

26 July 2026
Siapkan Bekal Kehidupan Abadi Demi Gapai Ridha Ilahi

Siapkan Bekal Kehidupan Abadi Demi Gapai Ridha Ilahi

30 July 2026
Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

Bina Ketahanan Keluarga di INSISTS Camp 2026

25 July 2026
INAIS Bogor Tegaskan Komitmen Cetak Lulusan Berkarakter Etos Kerja Jepang dan Dorong Mutu Pendidikan Bogor Barat

INAIS Bogor Tegaskan Komitmen Cetak Lulusan Berkarakter Etos Kerja Jepang dan Dorong Mutu Pendidikan Bogor Barat

0
Sosialisasi RLS dan Open House 2026: INAIS Perkuat Sinergi Pendidikan Bogor Barat

Sosialisasi RLS dan Open House 2026: INAIS Perkuat Sinergi Pendidikan Bogor Barat

0
BAZNAS RI Salurkan Bantuan Operasi Katarak untuk Mustahik di RS Muhammadiyah Bandung Selatan

BAZNAS RI Salurkan Bantuan Operasi Katarak untuk Mustahik di RS Muhammadiyah Bandung Selatan

0
Penerbit Erlangga Raih Apresiasi Radar Surabaya Awards 2026

Penerbit Erlangga Raih Apresiasi Radar Surabaya Awards 2026

0
Shafar Keadilan

Shafar Keadilan

0
Penerbit Erlangga Raih Apresiasi Radar Surabaya Awards 2026

Penerbit Erlangga Raih Apresiasi Radar Surabaya Awards 2026

3 August 2026
Hari Pertama IFESDC 2026 di Kantor Pusat Bank Dunia: Soroti Inovasi Digital dan Keuangan Syariah Inklusif

Hari Pertama IFESDC 2026 di Kantor Pusat Bank Dunia: Soroti Inovasi Digital dan Keuangan Syariah Inklusif

3 August 2026
BAZNAS RI Salurkan Bantuan Operasi Katarak untuk Mustahik di RS Muhammadiyah Bandung Selatan

BAZNAS RI Salurkan Bantuan Operasi Katarak untuk Mustahik di RS Muhammadiyah Bandung Selatan

3 August 2026
INAIS Bogor Tegaskan Komitmen Cetak Lulusan Berkarakter Etos Kerja Jepang dan Dorong Mutu Pendidikan Bogor Barat

INAIS Bogor Tegaskan Komitmen Cetak Lulusan Berkarakter Etos Kerja Jepang dan Dorong Mutu Pendidikan Bogor Barat

3 August 2026
Sosialisasi RLS dan Open House 2026: INAIS Perkuat Sinergi Pendidikan Bogor Barat

Sosialisasi RLS dan Open House 2026: INAIS Perkuat Sinergi Pendidikan Bogor Barat

2 August 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Edisi Khusus Majalah Gontor dalam rangka 100 Tahun Gontor. Bulan Juli, Agustus dan September.
Link Pemesanan : Lihat di profile#majalahgontor #gontornews #edisikhsusumajalahgontor #100tahungontor #gontor #gontorputri
  • KHUSUS ALUMNI GONTOR πŸ“£Perkenalkan usaha Anda.
Majalah Gontor Edisi Khusus September 2026 – Spesial 100 Tahun Gontor.βœ”οΈ Perkenalkan usaha Anda kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia.
βœ”οΈ Kontribusi Rp1.500.000.
βœ”οΈ Pendaftaran hingga 7 Agustus 2026 atau kuota terpenuhi.πŸ“ https://tinyurl.com/iklan-magonπŸ“ž 0877-8707-2412 | 0813-1510-6479
  • Ada momen yang bisa diulang, ada pula yang hanya terjadi sekali dalam sejarah. Jangan lewatkan kesempatan memperkenalkan usaha Anda pada Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Link Pendaftaran :
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg#majalahgontor #gontornews #walisantrigontor #gontor
  • Kesempatan yang Tidak Datang Dua KaliJadilah bagian dari Edisi Khusus Majalah Gontor September 2026 dalam rangka 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Kami mengundang Wali Santri Gontor yang memiliki usaha untuk memperkenalkan produknya kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia melalui edisi koleksi yang akan menjadi bagian dari sejarah.πŸ“Œ Kontribusi seikhlasnya
πŸ“Œ Syarat: Anak masih aktif sebagai santri Gontor
πŸ“Œ Pendaftaran hanya sampai 7 Agustus 2026Kirimkan:
βœ… Logo Usaha
βœ… Foto Produk
βœ… Deskripsi Singkat
βœ… Website/Sosial Media (jika ada)πŸ“² Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mgπŸ“ž Informasi:
0877-8707-2412
0813-1510-6479#majalahgontor #100tahungontor #walisantri #pengusahamuslim #gontornews #pesantrengontor #gontor
  • EDISI KHUSUS SPESIAL 100 TAHUN GONTOR TELAH TERBIT! ✨Perjalanan satu abad tidak datang dua kali.πŸ“– Majalah Gontor Edisi Juli & Agustus 2026 hadir sebagai bagian dari koleksi bersejarah 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor. Mengangkat perjalanan, gagasan, dan kontribusi Gontor dalam membangun peradaban, dua edisi ini layak menjadi koleksi bagi setiap keluarga besar Gontor.Jangan menunggu sampai stok habis.
πŸ“š Pesan sekarang:
πŸ‘‰ https://bit.ly/pesan-majalah🌐 www.gontornews.com#majalahgontor #100tahungontor #gontor #pondokmoderngontor #mediaperekatumat #unidagontor #keluargabesargontor #alumnigontor #walisantrigontor #koleksibersejarah
  • Dalam rangka 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Majalah Gontor membuka kesempatan bagi 100 UMKM milik wali santri untuk menjadi bagian dari Edisi Khusus September 2026.πŸ“Œ Yang ditampilkan:
βœ… Logo/Nama Usaha
βœ… Foto Produk
βœ… Deskripsi Singkat
βœ… Website/Media Sosial (jika ada)πŸ’š Kontribusi seikhlasnya
⚠️ Kuota hanya 100 UMKM.Jadilah bagian dari edisi koleksi bersejarah yang akan dibaca dan disimpan oleh keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia.πŸ“² Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mgπŸ“ž Informasi:
0877-8707-2412
0813-1510-6479
  • Miliki Majalah Gontor Edisi Bulan Agustus Spesial 100 Tahun Gontor sebelum kehabisan!πŸ“– Edisi Juli βœ…
πŸ“– Edisi Agustus βœ…
πŸ“– Edisi September πŸ”œπŸ“² Pesan sekarang:
πŸ‘‰ https://bit.ly/pesan-majalah
  • PRODUK ALUMNI GONTOR, INI MOMEN YANG TIDAK AKAN TERULANG!September 2026 bukan sekadar edisi biasa.Ini adalah Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang dicetak dengan penambahan oplah terbesar dan diprediksi menjadi salah satu edisi yang paling banyak dicari karena merupakan bagian dari koleksi langka Spesial 100 Tahun Gontor.Ini bukan hanya beriklan.
Ini adalah membangun kepercayaan, memperkuat brand awareness, dan menjadi bagian dari sejarah 100 Tahun Gontor.βœ… Mengapa harus ikut?πŸ“ˆ Penambahan oplah cetak dalam jumlah besar.
🎯 Menjangkau keluarga besar Gontor, pesantren alumni, wali santri, simpatisan, dan masyarakat luas.
πŸ“– Edisi koleksi yang akan disimpan bertahun-tahun, sehingga iklan Anda memiliki nilai eksposur yang jauh lebih panjang dibanding promosi digital yang cepat berlalu.🀝 Momentum terbaik untuk memperkenalkan usaha Anda kepada pasar yang loyal dan memiliki ikatan emosional kuat dengan Gontor.⏳ SPACE IKLAN SANGAT TERBATASBatas pendaftaran hingga 15 Agustus 2026 atau lebih cepat jika seluruh space telah terisi.πŸ‘‰ Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/iklan-magonπŸ“ž Informasi
0813-1510-6479
0877-8707-2412"Dalam bisnis, yang paling mahal bukan biaya promosi, tetapi kesempatan yang terlewat."
  • ✨ Seabad Mendidik Bangsa. Kini saatnya menjadi bagian dari sejarah.πŸ“– Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor – September 2026 hadir mengangkat kisah sukses ribuan Pondok Alumni Gontor yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia.⏳ Stok terbatas! Jangan menunggu sampai stok menipis.πŸ›’ Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100tahungontor #majalahgontor #gontor #gontornews #pondokmoderngontor #pesantren #pondokalumni #pesansekarang

Β© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
β–²
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result