Jakarta, Gontornews — Gubernur Anies Rasyid Baswedan memastikan DKI Jakarta tidak akan memberlakukan kebijakan penguncian (lockdown) akhir pekan. Anies menambahkan jajarannya akan tetap setia menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sebagaimana arahan pemerintah pusat.
“Berita tentang kebijakan lockdown itu adalah wacana yang berkembang di masyarakat dan media. Kami (DKI Jakarta) tidak dalam posisi mempertimbangkan atau menetapkan bahwa akan ada lockdown di akhir pekan di Jakarta,” katanya dalam siaran Youtube DKI Jakarta, Jum’at (5/1/2021).
“Itu tidak benar,” sambungnya.
Lebih lanjut, Anies memilih untuk memperpanjang masa pemberlakukan PPKM denga menerapkan pembatasan kegiatan masyarakat serta menerapkan protokol kesehatan dengan tertib.
Anies berdalih wacana penguncian (lockdown) akhir pekan tidak sejalan dengan penyebaran virus selama ini. Menurutnya, virus dapat menyebar bukan saja setiap akhir pekan tetapi terjadi setiap hari, bahkan, setiap detik.
“(Penyebaran virus korona) bukan hanya di akhir pekan. Bukan hanya di malam hari. Karena virusnya tidak kenal waktu dan bisa menyebar terus menerus lewat siapapun juga,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Anies mendorong warganya agar tidak bepergian kecuali untuk keperluan mendasar dan mendesak. Terkhusus, pekan depan, pada saat perayaan tahun baru Imlek Jum’at 12 Februari 2021 mendatang.
“Pekan depan, kita akan ada akhir pekan panjang perayaan Imlek. Saya menghimbau kepada kita semua untuk memilih berada di rumah, berada di Jakarta, tidak bepergian keluar kota, tidak berlama-alam dalam mobil berjam-jam yang menyebabkan potensi penularan antar keluarga sangat tinggi,”
“Intinya, sebisa mungkin tetap berada di rumah. Sebisanya terus menjauhi aktifitas-aktifitas banyak orang dan hanya bepergian bila ada kebutuhan yang mendasar dan mendesak,” tutupnya. [Mohamad Deny Irawan]


















