New Delhi, Gontornews — Perusahaan pembuat vaksin Covid-19, Pfizer, Jum’at (5/1/2021), memutuskan untuk menarik produknya dari India. Penarikan ini terjadi menyusul gagalnya Pfizer mendapatkan izin penggunaan darurat dari regulator obat lokal karena gagal memenuhi permintaan studi keamanan dan imunogenesitas lokal.
Melalui keputusan ini, artinya vaksin Pfizer tidak akan menjual produknya ke India dalam waktu dekat.
Tidak seperti perusahaan vaksin Covid-19 lain yang melakukan penelitian kecil tentang vaksin yang berasal dari luar negeri, Pfizer meminta pengecualian kepada India. Pfizer meminta India mengabulkan izin peredaran vaksin dengan menggunakan dokumen pengujian yang mereka lakukan di Amerika Serikat dan Jerman.
Belakangan, regulator obat India mengatakan para ahli tidak merekomendasikan vaksin Pfizer karena efek samping yang terjadi saat uji coba.
“Berdasarkan pertimbangan pada rapat dan pemahaman kami tentang informasi tambahan yang regulator perlukan, perusahaan telah memutuskan untuk menarik permohonannya saat ini,” kata Pfizer dalam penyataan resmi yang dilansir Reuters.
“Pfizer akan terus berhubungan dengan otoritas dan mengirimkan kembali permintaan persetujuannya dengan informasi tambahan yang akan tersedia dalam waktu dekat,” imbuhnya.
Pfizer telah meminta otorisasi vaksinnya di India pada akhir tahun lalu. Tetapi, pemerintah justru memilih vaksin oxford-AstraZeneca yang relatif berbiaya murah. Selain AstraZeneca, India juga mengembangkan vaksin dalam negerinya melalui kerjasamsa Bharat Biotech dengan Indian Council of Medical Research (ICMR).
Kedua perusahaan itu telah mengajukan permohonan persetujuan vaksin setelah Pfizer dan melakukan uji cobanya di India. Saat ini, perusahaan lokal dr Reddy’s Laboratories Ltd sedang melakukan uji coba vaksin Sputnik-V milik Rusia. Rusia berharap otoritas obat India menyetujui izin penggunaan vaksin bulan ini atau tahun depan. [Mohamad Deny Irawan]






















