Jayapura, Gontornews — Dr Arizah Dipl CIBTAC pada Sabtu (4/7) malam berhasil menyampaikan materi Online Class Nahyez 2005 via telegram bertajuk Hiperpigmentasi Bikin Kamu Kurang Percaya Diri? CIBTAC adalah lembaga kecantikan bergengsi dari Inggris yang akreditasinya sudah diakui di seluruh dunia.
Dr Arizah, dokter ahli estetik yang kini bertugas di Jayapura, Irian Jaya, secara lugas menjelaskan beragam permasalahan kulit, seperti hiperpigmentasi, tips merawat kecantikan kulit wajah, juga pengenalan terhadap beragam jenis obat kecantikan yang aman untuk dipakai. Wanita asal Semarang ini juga dengan sabar menanggapi belasan pertanyaan peserta Online Class yang merupakan para alumni Gontor Putri tahun 2005.
“Hiperpigmentasi adalah kondisi kulit yang ditandai dengan adanya bercak kulit yang menggelap, bisa berupa bercak kecil, bercak berbentuk seperti pulau yang luas atau mungkin memenuhi semua bagian kulit,” terang Dr Arizah, alumnus Gontor Putri tahun 2005, kepada Gontornews.com.
Hiperpigmentasi dapat terjadi ketika kulit menghasilkan melanin terlalu banyak. Melanin sendiri, tambah dokter cantik ini, merupakan pigmen yang memberikan warna pada kulit. Produksi melanin yang berlebih inilah yang membuat area tertentu di kulit menjadi lebih gelap. Pigmentasi yang meningkat tersebut biasanya tidak berbahaya, namun seringkali menjadikan seseorang kurang percaya diri.
Ada tiga jenis hiperpigmentasi yakni melasma (flek), bintik matahari (sun spot), dan hiperpigmentasi pascainflamasi (HPI) yang umumnya terjadi seperti jerawat. Ada beberapa produk yang bisa dilakukan untuk mengatasi hiperpigmentasi, baik resep maupun produk yang dijual bebas. Beberapa di antaranya, yaitu krim pencerah, asam untuk eksfoliasi, juga obat oral.
Selain itu ada juga beberapa prosedur medis yang mungkin bisa didiskusikan dengan dokter. “Prosedur tersebut, misalnya, laser peel, terapi IPL, mikrodermabrasi, mesotherapy, PRP (Platelate Rich Plasma), dan chemical peeling,” pungkas Dr Arizah. [Edithya Miranti]


















